Tertidur 7 Kali di Depan Kamera: Kesehatan Trump Jadi Pertanyaan Besar Dunia

Internasional299 Dilihat

Jakarta – Dua isu besar mengguncang Washington sepekan terakhir: kondisi kesehatan Presiden Donald Trump yang kian dipertanyakan, dan kebijakan baru Medicaid yang mengancam jutaan warga miskin kehilangan akses layanan kesehatan mulai 2027.

Tujuh Kali Tertidur di Kamera, Trump Tetap Bantah

Dalam tahun 2026 saja, Trump tercatat setidaknya tujuh kali terekam kamera tampak tertidur selama acara resmi di Gedung Putih. (Detik) Insiden terbaru terjadi Kamis (4/6/2026) saat pengumuman kebijakan batu bara di Ruang Oval, Trump yang kini berusia 79 tahun tampak terkulai ke samping dengan mata terpejam sementara para pejabat terus berbicara di sisinya.

Selain insiden tidur, Trump juga kerap tampil dengan memar gelap di punggung tangan kanan yang kerap ditutupi riasan tebal, pergelangan kaki yang bengkak, serta sejumlah momen berbicara yang dinilai inkoheren oleh pengamat.

Dokter paru terkemuka Dr. Vin Gupta menyatakan kekhawatirannya, menduga Trump kemungkinan menderita sleep apnea mengingat faktor risiko dari berat badannya yang berlebih. Mantan kardiolog Gedung Putih Dr. Jonathan Reiner sebelumnya juga menyatakan bahwa kantuk siang hari yang persisten bisa mengindikasikan penyakit serius.

Trump sendiri membantah semua tuduhan tersebut. Kepada Wall Street Journal ia mengklaim memar di tangannya disebabkan konsumsi aspirin dosis tinggi dan terlalu banyak bersalaman. Soal insiden tidur, ia menegaskan dirinya hanya “berkedip atau mengistirahatkan mata.”

Laporan Medis Dikritik Tidak Independen

Dr. Gupta juga mengkritik keras laporan kesehatan terbaru Trump yang dirilis pada Jumat malam, waktu yang lazim dipilih untuk menghindari sorotan media. Ia menilai dokumen itu tidak memenuhi standar imparsialitas medis karena memuat klaim-klaim tidak lazim, termasuk penggunaan istilah “usia jantung berdasarkan AI” yang mengklaim jantung Trump 14 tahun lebih muda. Ia mendesak tim dokter kepresidenan untuk merilis data mentah berupa hasil laboratorium, CT scan, dan rekam studi tidur secara transpada kepada publik.

Medicaid 2027: Dokter Dipaksa Jadi Hakim

Di sisi lain kebijakan, administrasi Trump menerbitkan aturan baru yang memaksa penerima Medicaid membuktikan kelayakan mereka untuk tetap mendapat layanan kesehatan.

Mulai 1 Januari 2027, penerima Medicaid usia 19 hingga 64 tahun diwajibkan membuktikan bahwa mereka bekerja, sukarela, atau mengikuti pendidikan minimal 80 jam per bulan agar tetap terdaftar dalam program jaminan kesehatan tersebut.

Penderita kondisi medis tertentu tidak bisa lagi sekadar menyatakan diri tidak mampu bekerja. Mereka kini diwajibkan menyerahkan formulir yang ditandatangani dokter setiap enam bulan sekali sebagai bukti kondisi medis yang menghalangi kemampuan bekerja.

Urban Institute memperkirakan hingga 7 juta orang bisa kehilangan jaminan kesehatan mereka pada 2028 akibat kebijakan ini terutama mereka yang gagal memenuhi persyaratan administratif yang kompleks, meski sebenarnya memenuhi syarat secara medis.

Dr. Gupta menyebut kebijakan ini sebagai “cedera moral” bagi profesi kedokteran. Dokter yang seharusnya menyembuhkan pasien kini dipaksa bertindak sebagai penjaga gerbang yang menentukan apakah seseorang berhak mendapat asuransi atau tidak.

#KesehatanTrump #TrumpTertidur #SleepApneaTrump #MedicaidWorkRequirement #Medicaid2027 #KebijakanKesehatan #TrumpHealth #JaminanKesehatan #DrVinGupta #AmerikaSerikanTerkini #HealthcareAmerica #TrumpCognitive #MedicaidReform #KesehatanPublik #PolitikAmerika2026