Rusia Siap Serang NATO Sebelum 2030, Inggris Umumkan Anggaran Pertahanan Terbesar Sejak Perang Dingin

Internasional247 Dilihat

London – Peringatan keras kembali meluncur dari Downing Street. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan ancaman serangan militer Rusia terhadap aliansi NATO bukan lagi skenario jauh di masa depan, melainkan ancaman nyata yang bisa terjadi dalam empat tahun ke depan.

Intelijen Sepakat: 2030 Batas Waktu Kritis

“Berdasarkan penilaian intelijen kami dan penilaian negara-negara lain di NATO, kemungkinan Rusia akan menyerang NATO paling cepat pada tahun 2030. Anda dapat melihat urgensi dan prioritas yang kami berikan untuk hal ini sekarang,” kata Starmer saat mengunjungi pabrik drone perusahaan pertahanan STARK di Swindon, Inggris barat daya, Jumat (5/6/2026).

Peringatan Starmer sejalan dengan yang disampaikan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada Desember 2025 lalu, yang mewanti-wanti bahwa Rusia bisa siap menggunakan kekuatan militer terhadap NATO dalam kurun waktu lima tahun.

Kepala militer Inggris Marsekal Udara Richard Knighton turut memperkuat alarm tersebut. Dalam sebuah pernyataan, ia menegaskan bahwa ancaman dari Rusia tidak boleh diabaikan dan Inggris harus memperkuat pertahanannya secara menyeluruh.

Rencana Pertahanan 10 Tahun Sebelum KTT NATO

Starmer berjanji akan menerbitkan rencana investasi pertahanan jangka panjang selama 10 tahun sebelum KTT NATO yang dijadwalkan berlangsung di Turki pada 7 Juli 2026. Rencana itu sempat tertunda dari jadwal semula di akhir 2025.

Soal anggaran, Inggris bergerak agresif. Starmer telah berkomitmen meningkatkan belanja pertahanan menjadi 2,5 persen dari PDB mulai tahun depan dan menargetkan kenaikan hingga 3 persen pada parlemen berikutnya. Namun tekanan dari dalam aliansi terus mendorong target yang lebih tinggi.

Starmer bahkan mengumumkan komitmen baru untuk mengalokasikan 5 persen PDB untuk keamanan nasional dan pertahanan secara total pada 2035, dengan pembagian 3,5 persen untuk pertahanan inti dan 1,5 persen untuk ketahanan dan keamanan yang lebih luas. Angka itu disebut sebagai proporsi tertinggi yang pernah dibelanjakan Inggris untuk pertahanan sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Eropa Berlomba Perkuat Militer

Respons Inggris mencerminkan perubahan besar di seluruh Eropa. Sejak invasi penuh Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, hampir semua anggota NATO telah meninjau ulang postur pertahanan mereka.

Sekjen NATO Mark Rutte menyatakan para pemimpin 32 negara anggota akan membahas komitmen belanja pertahanan minimal 3,5 persen PDB dalam pertemuan puncak mendatang. Pesan ini sekaligus merupakan sinyal kepada Presiden AS Donald Trump bahwa Eropa serius merespons desakannya agar anggota NATO lebih mandiri secara militer.

Dengan hitungan mundur menuju 2030 yang kian nyata dan perang di Ukraina yang belum padam, Eropa kini berpacu antara diplomasi dan persiapan tempur. Bagi Inggris, tidak ada lagi ruang untuk menunggu.

#RusiaNATO2030 #StarmerPertahanan #AncamanRusia #NATOSummitTurkey #AnggaranPertahanan #InggrisNATO #PertahananEropa #MarkRutte #KeamananEropa #PerangUkraina #PertahananInggris #NATO5Persen #KTTNATOTurki #GeopolitikEuropa #RussiaWarning