Jakarta – Pintu kantor Badan Gizi Nasional di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, dikunci rapat pagi ini. Para pegawai yang tiba untuk bekerja hanya bisa menunggu di luar lobi, memandang ke dalam gedung yang sudah dipenuhi penyidik berseragam sejak dini hari. Kejaksaan Agung sudah bergerak dan langkah itu terjadi kurang dari 24 jam setelah Presiden Prabowo Subianto merombak habis pimpinan lembaga pengelola program Makan Bergizi Gratis tersebut.
Tim penyidik dari Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) sudah menyisir sejumlah ruangan di gedung BGN sejak pukul 02.00 WIB untuk mengamankan barang bukti.
Pantauan di lokasi memperlihatkan sejumlah mobil dari tim Kejagung telah berparkir di kantor pusat BGN. Gedung disterilkan dari seluruh karyawan. Sejumlah pegawai BGN terlihat menunggu di luar area kantor selama penggeledahan berlangsung.
Penggeledahan dilaporkan berlangsung sangat ketat. Guna mengamankan barang bukti dan mencegah kebocoran data, tim penyidik Kejagung mengamankan semua ponsel yang ada di seluruh kawasan kantor BGN.
Pelaksana Harian Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Mochamad Jeffry membenarkan kepada Kompas.com. “Penyidik Pidsus Kejaksaan Agung benar melakukan geledah di kantor BGN,” katanya. Meski demikian Jeffry belum menjelaskan lebih lanjut terkait perkara yang melatarbelakangi penggeledahan tersebut maupun barang bukti yang dicari penyidik.
Jeffry hanya menyampaikan bahwa Kejagung akan memberikan keterangan resmi melalui konferensi pers setelah proses penyidikan dan pengumpulan barang bukti selesai dilakukan.
Di tengah minimnya informasi resmi, muncul kabar bahwa mantan Kepala BGN Dadan Hindayana berada di Gedung Kejaksaan Agung pada hari yang sama. Informasi yang beredar menyebutkan terdapat tiga orang yang dimintai keterangan terkait perkara yang sedang didalami penyidik.
Penggeledahan ini berlangsung hanya beberapa jam setelah Presiden Prabowo merombak jajaran pimpinan BGN pada Selasa malam (2/6/2026). Prabowo mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana dan menggantikannya dengan Nanik S. Deyang. Prabowo juga mencopot dua wakil kepala BGN yakni Brigadir Jenderal Sony Sonjaya dan Mayor Jenderal TNI Purnawirawan Lodewyk Pusung dan menunjuk Agustina Arumsari serta Mayor Jenderal TNI Trenggono sebagai pengganti.
Mensesneg Prasetyo Hadi saat mengumumkan pencopotan menyebut alasannya antara lain “masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP” dan “masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola termasuk kedisiplinan dalam menjaga kualitas makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh BGN.”
Sepekan sebelumnya sempat ramai isu Kejaksaan Agung menggelar Operasi Tangkap Tangan terhadap pejabat BGN. Namun saat itu Kejagung membantah OTT tersebut.
Penggeledahan ini bukan datang dari ruang kosong. Selama berbulan-bulan, laporan soal penyimpangan di BGN terus mengalir dari berbagai daerah, mulai dari dugaan jual beli titik SPPG seharga Rp 200 juta per lokasi di Batam, manipulasi kualitas makanan, hingga ribuan dapur yang disuspend akibat tidak memenuhi standar.
Penggeledahan ini diduga kuat berkaitan dengan sengkarut tata kelola di dalam tubuh instansi tersebut. KPK dalam Laporan Tahunan 2025 sudah lebih dulu memperingatkan bahwa pembengkakan anggaran MBG dari Rp 71 triliun menjadi Rp 171 triliun tanpa kerangka pengawasan yang memadai membuka celah korupsi yang serius.
Kini celah itu tampaknya mulai dijamah hukum dan gedung BGN di Kebon Sirih, setidaknya untuk pagi ini, sudah menjadi tempat kejadian perkara.
#KejagungGeledahBGN #DadanHindayana #BGNScandal #JampidsusBGN #MakanBergiziGratis #MBGKorupsi #PenyidikanBGN #NanikSDeyang #PrabowoCopotBGN #OTTBGNRumor #KebonSirih #MochamadJeffry #AuditBGN #SangkuraBGN #KorupsiMBG #TataKelolaBGN #JaksaAgung #PidsusKejagung #BGNDicopot #BreakingNews2026






