DPR Dukung Penuh Pergantian Pimpinan BGN — Nanik S. Deyang Dinilai Sosok Tepat Perbaiki Tata Kelola MBG

Fokus, Nasional71 Dilihat

Jakarta – Keputusan Presiden Prabowo Subianto merombak total pimpinan Badan Gizi Nasional mendapat sambutan positif dari Senayan. Parlemen menilai langkah itu sebagai respons yang tepat waktu dan tepat sasaran terhadap berbagai persoalan tata kelola yang selama ini menghambat program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan apresiasi secara terbuka tidak lama setelah pengumuman resmi dari Istana. Menurutnya, keputusan pencopotan tiga pejabat BGN sekaligus mencerminkan keseriusan pemerintah dalam merespons aspirasi masyarakat maupun masukan dari lintas kementerian.

“Tentunya kami mengucapkan apresiasi kepada pemerintah yang telah mendengarkan aspirasi dari masyarakat maupun penerima manfaat dan juga hasil koordinasi dengan lintas kementerian serta masukan dari DPR sehingga Bapak Presiden telah mengambil keputusan untuk mengadakan evaluasi pimpinan BGN,” ucap Dasco kepada awak media, Selasa (2/6/2026) malam.

Soal apa saja catatan konkret yang menjadi dasar pencopotan, Dasco memilih tidak masuk ke detail, ia menyerahkan hal itu kepada pemerintah untuk menjelaskan lebih lanjut. Yang lebih penting baginya adalah fakta bahwa pemerintah bergerak cepat. “Apapun itu, kita apresiasi yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini,” ujarnya.

Penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN baru mendapat penilaian khusus dari Dasco. Berdasarkan pemantauan komisi teknis DPR yang terlibat dalam rapat-rapat pembahasan MBG, Nanik dikenal sebagai sosok yang aktif melakukan pengawasan langsung ke lapangan bukan sekadar memimpin dari balik meja.

“Bu Nanik ini banyak melakukan kerja-kerja lapangan, melakukan monitoring lapangan dan juga banyak sudah menutup dapur-dapur yang tidak memenuhi syarat di lapangan. Demikian dari hasil pemantauan teman-teman di komisi teknis terkait yang kemudian dibicarakan dalam rapat pembahasan tentang MBG,” tutur Dasco.

Rekam jejak itu menjadi modal penting. Dari total 27.208 SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia, hampir 8.182 di antaranya pernah disuspend sejak program MBG berjalan, angka yang mencerminkan betapa seriusnya persoalan kualitas dan kepatuhan SOP di lapangan.

Tidak berhenti pada apresiasi, DPR langsung menyiapkan langkah konkret. Komisi IX yang membidangi urusan kesehatan dan gizi dijadwalkan segera memanggil kepemimpinan baru BGN dalam waktu dekat untuk rapat koordinasi.

“Saya pikir Komisi IX akan segera melakukan koordinasi untuk mengetahui planning dari pimpinan BGN yang baru untuk memperbaiki dan kemudian untuk lebih membuat tata kelola di BGN ini lebih bagus,” kata Dasco.

Agenda rapat kerja itu akan difokuskan pada perencanaan jangka pendek pimpinan baru, termasuk penguatan distribusi MBG di daerah-daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) yang selama ini masih menjadi titik lemah program.

Nanik S. Deyang merupakan sosok yang dikenal memiliki latar belakang panjang di dunia jurnalistik sebelum berkiprah di pemerintahan. Perempuan kelahiran Madiun, Jawa Timur, 3 Januari 1968 itu memulai karier sebagai wartawan di Tabloid Bangkit yang berada dalam kelompok media Kompas Gramedia. Dalam perjalanan kariernya ia juga menempati sejumlah posisi strategis di berbagai perusahaan media mulai dari pemimpin umum, direktur utama, hingga komisaris di sejumlah media nasional.

Hubungan dan kepercayaan antara Nanik dan Presiden Prabowo telah terbangun secara konsisten dalam kurun waktu yang cukup lama. Pada Pilpres 2019 Nanik memegang peran strategis sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Koalisi Adil Makmur untuk pasangan Prabowo–Sandiaga Uno. Setelah Prabowo memenangkan Pilpres 2024, Nanik langsung dipercaya masuk jajaran birokrasi sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan periode 2024-2029. Pada Juni 2025 ia ditunjuk menjadi Komisaris Independen PT Pertamina sebelum akhirnya pada 17 September 2025 ditarik untuk menjabat Wakil Kepala BGN.

Saat menjabat wakil kepala, Nanik menduduki posisi sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi bidang yang secara langsung bersentuhan dengan persoalan transparansi dan pengawasan lapangan program MBG.

Nanik mewarisi pekerjaan rumah yang tidak kecil. Program MBG memang telah menjangkau lebih dari 61 juta penerima manfaat, namun masalah kedisiplinan SOP, kualitas makanan yang tidak konsisten, serta ribuan dapur yang bermasalah masih menghantui program unggulan presiden ini.

DPR sudah menyatakan dukungannya. Kini giliran Nanik membuktikan bahwa kepercayaan itu tidak salah alamat.

#NanikSDeyang #BGNBaru #DPRApresiasi #SufmiDascoAhmad #MakanBergiziGratis #MBG #BadanGiziNasional #DadanHindayana #PrabowoCopotBGN #KomisiIXDPR #TataKelolaBGN #PembenahaBGN #MBGEvaluasi #SPPG #ProgramUnggulan #GiziNasional #PimpinanBGN #Daerah3T #KabinetPrabowo #ReformasiBGN