Teknologi Jadi Kunci, Banyu Urip Tambah Produksi Minyak di Tengah Ancaman Penurunan Alamiah

Ekonomi, Fokus98 Dilihat

Jakarta – Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu, Jawa Timur, terus menunjukkan kontribusi penting bagi produksi minyak nasional. Di tengah tantangan penurunan produksi alamiah (natural decline), berbagai inovasi teknologi berhasil diterapkan untuk menjaga bahkan meningkatkan output minyak.

SKK Migas bersama ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) melakukan sejumlah langkah optimalisasi, seperti pengendalian produksi air, pemasangan perangkat penahan air, hingga program perawatan dan reaktivasi sumur. Upaya tersebut berhasil menambah produksi minyak dari beberapa sumur hingga ribuan barel per hari.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan kinerja lapangan migas yang telah lama beroperasi. Salah satu capaian signifikan berasal dari Sumur Banyu Urip A07 yang produksinya meningkat dari sekitar 4.800 barel per hari menjadi lebih dari 12.000 barel per hari setelah dilakukan intervensi teknis.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa optimalisasi lapangan eksisting masih memiliki potensi besar dalam mendukung target lifting minyak nasional. Di bawah kepemimpinan Djoko Siswanto, SKK Migas terus mengawal berbagai program peningkatan produksi agar berjalan sesuai jadwal dan memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi Indonesia.

#SKKMigas #DjokoSiswanto #BanyuUrip #BlokCepu #ExxonMobil #ProduksiMinyak #MigasIndonesia #KetahananEnergi #LiftingMinyak #EnergiNasional