Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menghimbau masyarakat untuk tidak panik melihat naik turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Di tengah kemerosotan nilai tukar rupiah yang belakangan menjadi pemberitaan, Prabowo menegaskan bahwa perekonomian kita masih tetap stabil dan terkendali.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan peresmian seribu lebih koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur. Dalam sambutannya, Presiden menyoroti pentingnya kerja sama antar kementerian dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional, termasuk peran Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menurutnya kini menjadi sosok yang banyak dibicarakan masyarakat.
Prabowo tertawa kecil dan berkata, “Selama Menteri Keuangan kita bisa tetap nyengir, kita semua baik-baik saja, tidak perlu stres dengan perekonomian atau naik turunnya dolar”. Katanya pemerintah masih menangani uang negara, jadi tidak perlu panik.
Prabowo juga menekankan bahwa fluktuasi nilai tukar dolar tidak selalu berdampak langsung pada masyarakat di tingkat desa. Ia menemukan bahwa masyarakat yang tinggal di pedesaan kebanyakan tetap menggunakan rupiah untuk berbelanja sehari-hari, sehingga ketika nilai uang asing naik atau turun, hal ini sangat merugikan mereka yang terbang ke negara lain atau berurusan dengan transaksi internasional.
Pernyataan ini disampaikan ketika nilai tukar rupiah berada dalam tekanan, melemah terhadap dolar AS dalam beberapa pekan terakhir dan sempat menyentuh kisaran Rp17.500-Rp17.600 per dolar. Situasi ini terjadi karena berbagai faktor di seluruh dunia, seperti dolar AS yang menguat, negara-negara di mana-mana terlibat perselisihan politik, dan masuknya uang dari negara lain ke pasar baru.
Namun pemerintah menilai perekonomian Indonesia masih cukup solid Belanja lokal, bisnis di lingkungan sekitar, inisiatif pertumbuhan desa, ditambah peningkatan industri pangan dan koperasi dipandang sebagai kunci untuk menjaga perekonomian negara tetap stabil bahkan ketika dunia sedang tidak menentu.
Prabowo juga berbicara tentang pentingnya meningkatkan perekonomian lokal melalui koperasi dan pemberdayaan masyarakat. Ia menyadari bahwa perekonomian suatu negara tidak hanya bergantung pada kinerja mata uangnya, namun juga seberapa baik mata uang tersebut mampu menyediakan pangan, lapangan kerja, dan bisnis bagi masyarakat lapisan bawah.
Komentar Presiden mengenai dolar dan Menteri Keuangan Purbaya memicu banyak perbincangan di media sosial. Ada yang berpendapat bahwa ini adalah cara yang keren untuk memberitahu masyarakat agar tetap tenang ketika pasar dunia sedang liar. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa pemerintah harus mewaspadai bagaimana pelemahan rupiah dapat mengganggu biaya impor, harga beberapa barang, dan apa yang masyarakat mampu beli.






