ROMBONGAN TRUMP TIBA-TIBA MEMBUANG SEMUA BARANG DARI CHINA SEBELUM PULANG KE AS, ADA APA?

Fokus, Internasional29 Dilihat

Jakarta – Tim Presiden Donald Trump mendapat banyak perhatian setelah mereka membuang banyak hadiah dari pejabat Tiongkok sebelum kembali ke Washington dengan Air Force one. Acara tersebut diadakan pada penutupan kunjungan Trump ke Tiongkok, yang telah menarik perhatian global selama beberapa hari ini.

Emily Goodin dari New York Post, bagian dari kru pers Gedung Putih, pertama kali melihat berita tersebut ketika Trump berada di beijing. Dalam postingan media sosialnya X, Goodin menyebutkan bahwa staf tim AS mengumpulkan semua barang yang diberikan oleh Tiongkok sebelum seluruh kru menaiki Air Force One.

“Barang-barang yang dibuang termasuk kartu identitas diplomatik, lencana selamat datang resmi, dan ponsel sekali pakai yang diberikan selama acara diplomatik Tiongkok. Rupanya, semua perlengkapan dibuang ke tempat sampah tepat di bawah tangga pesawat sebelum kami berangkat ke Amerika.”

Berdasarkan pemberitaan media internasional, langkah tersebut diduga terkait dengan ketatnya protokol keamanan pemerintah Amerika Serikat dalam setiap kunjungan asing, terutama saat berhadapan dengan negara yang dinilai memiliki kemampuan intelijen dan teknologi siber yang kuat seperti Tiongkok. Pemerintah AS dikenal menerapkan standar keamanan yang tinggi untuk perangkat dan barang elektronik yang diberikan selama kunjungan resmi untuk mencegah potensi intersepsi atau pelacakan data.

Namun hingga saat ini, Gedung Putih belum memberikan alasan resmi untuk membuang hal-hal tersebut. Juga belum ada indikasi bahwa tindakan tersebut terkait dengan penolakan diplomatis terhadap pemerintah China. Sekelompok pakar keamanan global berpendapat bahwa langkah ini adalah cara yang biasa dilakukan untuk menjaga keamanan presiden dan pejabat tinggi AS saat mereka bepergian ke luar negeri.

Peristiwa itu terjadi setelah Trump menyelesaikan agenda pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping di kompleks Zhongnanhai, kawasan elit pemerintahan China yang jarang dibuka untuk tamu asing. Selama kunjungan tersebut, kedua pemimpin berbincang tentang berbagai topik strategis, mulai dari kesepakatan perdagangan hingga Taiwan, AI, dan situasi Timur Tengah.

Suasana antara Washington dan Beijing dalam kunjungan tersebut cukup bersahabat. Xi Jinping bahkan memberikan perlakuan khusus kepada Trump dengan mengajak Trump berjalan-jalan di taman bersejarah Zhongnanhai sambil memamerkan pepohonan kuno yang berusia ratusan tahun. Pertemuan dengan lawan bicara juga dilakukan makan siang dan penutupan pembicaraan selama hampir tiga jam.

Di balik suasana hangat tersebut, topik-topik sensitif Taiwan masih hangat diperdebatkan Pemerintah Tiongkok telah memperingatkan bahwa kesalahan penanganan situasi Taiwan dapat menyebabkan konflik serius. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa sikap Washington terhadap Taiwan belum berubah dan AS menepati janjinya untuk menjaga keamanan Taiwan.

Peristiwa pembuangan barang asal China ini kemudian menuai beragam reaksi di media sosial. Beberapa orang berpendapat bahwa tindakan ini merupakan tanda bahwa AS sedang waspada terhadap segala bentuk mata-mata licik dari luar negeri. Namun, ada juga orang yang melihat tindakan ini sebagai tanda bahwa kecurigaan besar antara dua negara terbesar di dunia masih terus muncul, meskipun hubungan antara mereka tampaknya memanas secara diplomatis.