FAKTA MENGEJUTKAN DI BALIK PENEMUAN TENGKORAK DI HUTAN, POLISI BONGKAR KONFLIK KELUARGA BERDARAH

Fokus, Hukum47 Dilihat
Jakarta – Kasus pembunuhan yang sungguh menggemparkan terjadi di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seseorang ditemukan tewas di hutan, yang tersisa hanyalah tengkorak dan tulangnya. Korban diketahui bernama Antonius Nana (47), warga Desa Meotroi, Kecamatan Laenmanen. Polisi baru saja memberikan kejutan bahwa pembunuhnya sebenarnya adalah ketiga anak korban, dan salah satunya adalah anak tirinya.
Warga pertama kali menemukan jenazah Antonius pada Selasa, 12 Mei 2026, di kawasan sungai Kalalaran, Kampung Baru, Dusun Aitiris B, Desa Meotroi. Ketika mereka menemukannya, tubuhnya sudah mulai membusuk, dan yang tersisa hanyalah kerangka. Orang-orang segera memberi tahu polisi tentang hal itu, dan mereka memeriksa di mana kejadiannya dan mencari tahu siapa yang terluka.
Setelah mengusut kasus tersebut, polisi akhirnya menetapkan tiga tersangka pembunuhan: YDA, 27 tahun, ADN, 18 tahun, dan AN, 17 tahun. YDA adalah anak tiri korban, dan ADN dan AN adalah anak kandung Antonius. Ketiganya kini ditahan di Polsek Malaka untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Malaka AKBP Riki Ganjar Gumilar menjelaskan, kasus tersebut bermula dari pertengkaran keluarga yang terjadi pada akhir April 2026. Antonius baru saja pulang dari Malaysia dan bertengkar dengan istrinya, Leonarda Belak. Saat adu mulut tersebut, pria tersebut dikabarkan melontarkan komentar-komentar kasar kepada istrinya, yang membuat anak-anak kesal.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa YDA telah memarahi lelaki tersebut karena perkataannya kepada ibunya. Namun peringatan ini benar-benar memicu perkelahian antara lelaki tersebut dan anaknya Situasi meningkat menjadi kekerasan, yang berpuncak pada pembunuhan Polisi mengira orang tersebut diserang dan terluka parah sebelum mereka meninggal.
Para penyelidik menemukan bahwa tubuh korban dilempar ke bagian terpencil di hutan, sehingga menyulitkan penduduk setempat untuk menemukan korban beberapa minggu ini, keluarga Antonius mengklaim dia meninggalkan rumah setelah perselisihan, dan tidak ada yang tahu di mana dia berada. Ternyata, ada yang membuat laporan palsu untuk mengacaukan penggeledahan polisi.
Seorang warga muncul di rumah korban dan bertanya kepada sang istri tentang Antonius. Masyarakat semakin khawatir karena orang yang mereka cari tidak terlihat lagi sejak akhir April. Polisi menerima telepon dan mulai melakukan pencarian dengan penduduk setempat, hingga akhirnya menemukan kerangka manusia di dalam hutan.
Inspektur Dodunias Duran dari Unit Reskrim Polres Malaka menyebutkan, pihaknya masih menggali lebih dalam motif dan peran ketiga tersangka pembunuhan tersebut. Polisi juga menahan diri menunggu hasil forensik untuk mengetahui penyebab pasti korban tidak berhasil lolos.
Peristiwa ini benar-benar menggemparkan masyarakat di Malaka, apalagi karena telah mengacaukan keluarga inti dan terjadi dengan cara yang cukup brutal. Penduduk setempat mengaku tidak menyangka bahwa perkelahian keluarga bisa berakhir dengan pembunuhan dan mayat disembunyikan di hutan. Polisi memastikan kasus ditangani dengan cara yang benar dan semua pelaku kejahatan diproses secara hukum.