MODUS “SALAH SAMBUNG” WHATSAPP MAKAN KORBAN, WARGA PURWOREJO RUGI KARENA INVESTASI BODONG

Fokus, Hukum, Regional756 Dilihat

Purworejo — Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap modus penipuan digital yang semakin beragam. Salah satu yang terbaru adalah modus “salah sambung” melalui aplikasi WhatsApp, yang belakangan memakan korban di wilayah Purworejo, Jawa Tengah.

Dalam kasus ini, korban awalnya menerima pesan dari nomor tak dikenal yang berpura-pura salah kirim. Percakapan yang semula terlihat tidak mencurigakan kemudian berlanjut menjadi komunikasi intens hingga pelaku mulai menawarkan peluang investasi.

Pelaku menggunakan pendekatan persuasif dengan membangun kepercayaan korban secara perlahan. Setelah komunikasi terjalin, korban diarahkan untuk mengikuti skema investasi yang dijanjikan memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat.

Untuk meyakinkan korban, pelaku bahkan menunjukkan bukti transfer atau keuntungan palsu. Hal ini membuat korban semakin percaya dan mulai menyetorkan sejumlah uang.

Dalam kasus yang terjadi di Purworejo, korban dilaporkan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah setelah mengikuti instruksi pelaku. Dana yang telah disetorkan tidak dapat ditarik kembali, sementara pelaku menghilang setelah korban mulai menyadari adanya kejanggalan.

Kasus ini menambah daftar panjang penipuan berkedok investasi yang marak terjadi melalui platform digital.

Pihak kepolisian menyebut modus “salah sambung” ini sebagai salah satu pola baru yang cukup efektif karena tidak langsung mencurigakan. Berbeda dengan penipuan konvensional, pelaku memulai interaksi dari kesalahan yang dibuat seolah-olah tidak disengaja.

Setelah korban merespons, pelaku memanfaatkan situasi tersebut untuk membangun hubungan hingga akhirnya menawarkan investasi fiktif.

Aparat mengimbau masyarakat agar:

  • Tidak mudah percaya dengan pesan dari nomor asing
  • Menghindari komunikasi lanjutan dengan pihak yang tidak dikenal
  • Tidak tergiur dengan tawaran investasi berimbal hasil tinggi dalam waktu singkat
  • Selalu memverifikasi informasi sebelum melakukan transaksi

Selain itu, masyarakat juga diminta segera melapor jika menemukan indikasi penipuan serupa.

Kasus penipuan dengan modus “salah sambung” di WhatsApp menjadi bukti bahwa pelaku kejahatan terus beradaptasi dengan teknologi. Dengan pendekatan yang lebih halus dan tidak mencurigakan, korban bisa terjebak tanpa sadar.

Kewaspadaan dan literasi digital menjadi kunci utama agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam jebakan investasi bodong yang merugikan.