KORBAN TEWAS ACEH CAPAI 389 JIWA! BASARNAS KERAHKAN ROBOT BAWAH AIR

Fokus, Regional707 Dilihat

 

Operasi SAR Akbar Aceh: Ribuan Personel Gabungan Dikerahkan, Teknologi Canggih Robotik ROV Turun Tangan!

BANDA ACEH—Skala bencana hidrometeorologi yang melanda 17 kabupaten/kota di Aceh sejak 25 November 2025 memicu operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terbesar di wilayah tersebut. Kepala Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, melaporkan perkembangan terbaru yang menggarisbawahi kegigihan tim gabungan.

Dalam konferensi pers di Posko Pusat Informasi dan Media Center Penanganan Bencana di Kantor Gubernur Aceh, Senin (8/12/2025), Ibnu Harris memastikan operasi SAR masih berlangsung secara intensif.

“Hingga hari ini, total warga yang berhasil dievakuasi mencapai 4.271 orang. Korban meninggal dunia sebanyak 389 jiwa, sementara 62 orang masih dalam proses pencarian,” ungkap Ibnu Harris.

2.400 Personel Berjaga, Didukung Teknologi Canggih

Operasi ini bukan hanya masif dari segi cakupan wilayah, tetapi juga jumlah personel. Sebanyak lebih dari 2.400 orang personel gabungan—terdiri dari 400 personel inti Basarnas dan 2.000 personel dari TNI, Polri, BPBD, Satgas SAR daerah, hingga relawan dan masyarakat—telah bekerja tanpa henti sejak detik awal bencana terjadi.

“Ini adalah operasi gabungan. Masyarakat juga banyak terlibat, membantu proses evakuasi maupun pencarian di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau,” tambahnya.

Demi mendukung percepatan evakuasi di tengah medan yang ekstrem, SAR gabungan mengerahkan berbagai peralatan khusus yang sangat canggih:

Peralatan Deteksi: Sonar, thermal camera, dan sound detector untuk melacak keberadaan korban.

Peralatan Ekstrikasi: Cutter, spreader, ram, dan gergaji untuk memotong material keras yang menghalangi.

Penyelamatan Air: Teknologi robotik bawah air (remotely operated vehicle/ROV), perahu karet, dan Kapal SAR untuk menyisir sungai dan wilayah banjir.

Dukungan Udara: Penggunaan helikopter, drone, ambulans, rescue car, dan kendaraan taktis.

Penggunaan teknologi seperti drone sangat membantu dalam pemantauan dari udara, terutama di wilayah yang sulit dijangkau oleh tim darat karena akses yang terputus.

Fokus Pencarian: Enam Wilayah Kritis
Pencarian 62 orang hilang hingga Senin siang ini masih difokuskan pada sejumlah wilayah utama yang paling parah terdampak longsor dan hanyutan banjir. Wilayah kritis tersebut adalah:

Aceh Tengah: 24 orang
Aceh Utara: 10 orang
Bener Meriah: 11 orang
Bireuen: 7 orang
Nagan Raya: 3 orang
Aceh Tenggara: 2 orang
Gayo Lues: 1 orang

Selain itu, tim terus melakukan patroli air intensif di Aceh Tamiang, memanfaatkan perahu karet dan drone untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat, terutama di aliran sungai yang menjadi jalur hanyutan material bencana.

Ibnu Harris menegaskan komitmen mereka: “Kami masih melakukan penyisiran dengan perahu karet dan memanfaatkan drone untuk memperluas jangkauan pengamatan.”

Basarnas memastikan operasi SAR tidak akan dihentikan hingga semua titik dipastikan aman dan semua korban telah ditemukan. “Kami terus berdoa dan bekerja semaksimal mungkin. Mudah-mudahan seluruh korban segera ditemukan,” tutupnya.

#Hastag #SAR #BasarnasAceh #KorbanBencanaAceh #BencanaHidrometeorologi #KorbanHilang #EvakuasiBanjir #ROVBawahAir #TeknologiSAR #OperasiGabungan #Aceh