Beijing – Pasar saham teknologi China terguncang hebat. Indeks STAR 50, tolok ukur saham teknologi dan semikonduktor di bursa Shanghai, anjlok sekitar 40 persen dalam waktu kurang dari empat bulan. Menurut laporan Reuters yang dikutip sejumlah media, nilai pasar sekitar 480 miliar dolar AS menguap. Di tengah gejolak itu, harga chip memori global justru belum menunjukkan tanda melemah.
Kejatuhan tidak berhenti di sektor kecerdasan buatan (AI). Indeks CSI 300 memasuki wilayah bear market setelah turun lebih dari 20 persen dari puncaknya pada Juni. Saham-saham China secara keseluruhan disebut kehilangan sekitar 3,5 triliun dolar AS sejak puncak Mei. Sebelum runtuh, indeks teknologi itu sempat diperdagangkan pada valuasi mendekati 250 kali laba.
Dua pengembang model AI yang melantai di Hong Kong pada Januari, Zhipu (Z.AI) dan MiniMax, ikut terpukul. Bloomberg menyebut keduanya kehilangan nilai gabungan sekitar 150 miliar dolar AS dari level tertinggi. Saham Z.AI berada sekitar 81 persen di bawah puncak Juni. Sebelum jatuh, Zhipu sempat dihargai sekitar 150 kali pendapatan tahunan, sedangkan MiniMax sekitar 40 kali, menurut analisis 36Kr pada awal Oktober. Laporan media menyebut kedua perusahaan belum meraih untung dan terus memangkas harga token. Tekanan lain datang dari jadwal pembukaan penguncian saham: sekitar 178 juta saham Z.AI dan 25 juta saham MiniMax milik pemegang saham pra-IPO bisa diperdagangkan mulai Januari.
Goldman Sachs mencatat saham terkait AI sempat menguasai sekitar 42 persen kapitalisasi pasar saham China dan 57 persen perputaran transaksi di bursa daratan serta Hong Kong. Konsentrasi setinggi itu membuat koreksi terasa luas. Produsen chip memori CXMT juga turun lebih dari 25 persen. Beberapa saham perangkat keras AI dilaporkan merosot 50 hingga 60 persen.
Lalu, apakah demam chip memori akan reda? Sejauh ini belum. Lembaga riset TrendForce memperkirakan harga kontrak DRAM konvensional naik 10 hingga 15 persen pada kuartal IV 2026. Penyebabnya, permintaan server AI yang masih besar. Kemajuan CXMT di segmen DRAM juga belum cukup menahan kenaikan itu. Laboratorium AI China pun terus merilis model baru.
Namun ada risiko jangka menengah. Sebuah analisis menyebut CXMT menggandakan pangsa pasar DRAM globalnya dari 4 persen menjadi 10 persen secara tahunan pada kuartal II 2026 dan memperkenalkan memori server yang lebih murah. Jika benar, laba besar Samsung dan SK Hynix yang selama ini menikmati permintaan memori bisa tertekan. Analis menilai jatuhnya saham lebih menandai berakhirnya pendanaan murah ketimbang berhentinya inovasi teknologi.
Hong Hao dari Lotus Asset Management, seperti dikutip Reuters, menilai gelombang jual akan membuat banyak perusahaan menunda pencatatan saham. Analis Gavekal Leonid Mironov memperingatkan keterpurukan berkepanjangan sektor teknologi akan menyulitkan ambisi AI China.
#BubbleAI #SahamChina #ChipMemori #DRAM #STAR50 #Zhipu #MiniMax #CXMT #EkonomiChina #BeritaTerkini






