HARGA PANGAN MELONJAK, DOMPET WARGA MAKIN SESAK

Ekonomi, Fokus372 Dilihat

 

Pagi di Jakarta masih basah oleh embun ketika layar data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional menampilkan angka yang membuat dahi mengernyit. Ada yang bergerak naik, ada yang bertahan tinggi—dan semuanya menyentuh denyut hidup masyarakat yang bergantung pada stabilitas harga.

Di antara deretan komoditas itu, bawang merah kembali menjadi sorotan. Harganya menanjak ke Rp52.350 per kilogram, sementara cabai rawit merah—si kecil yang selalu memicu gelombang pedas di meja makan—meloncat ke Rp64.950 per kilogram. Keduanya seperti menandai bahwa awal pekan ini, pasar kembali punya cerita sendiri.

PIHPS yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga-harga ini pada Selasa pagi, ketika aktivitas pasar baru saja menggeliat. Bawang putih, teman sehidup semati bumbu dapur, berada di Rp49.000 per kilogram, sedikit di bawah lonjakan komoditas cabai dan bawang merah namun tetap membuat banyak ibu rumah tangga menahan napas.

Beras—sumber karbohidrat utama umat—juga tampil dengan variasi harga yang tak kalah mencuri perhatian.
Beras kualitas bawah I tercatat Rp18.250 per kg, sementara kualitas bawah II Rp17.600 per kg. Beras medium bergerak di rentang Rp17.800–Rp20.000 per kg, dan kategori super berada pada Rp18.800–Rp21.200 per kg. Angka-angka ini seperti grafik kecil yang menggambarkan betapa kompleksnya urusan perut rakyat.

Masih dari dapur cabai, cabai merah besar menyentuh Rp74.050 per kg, cabai merah keriting Rp62.750 per kg, dan cabai rawit hijau Rp52.200 per kg. Di tengah hujan angka ini, tak sedikit pedagang mengakui bahwa konsumen mulai mengurangi pembelian, memilih menakar ulang bumbu agar pengeluaran tak ikut naik.

Untuk protein, harga daging ayam ras bertengger di Rp39.750 per kg. Sementara daging sapi, yang kerap menjadi ukuran keseimbangan pasar, berada di Rp148.050 per kg untuk kualitas I dan Rp143.800 per kg untuk kualitas II.

Gula pasir—yang tak pernah absen dari dapur mana pun—ikut masuk radar. Gula premium berada di Rp23.450 per kg, sedangkan gula lokal Rp20.700 per kg. Adapun minyak goreng, komoditas yang sempat membuat riuh nasional beberapa waktu lalu, kini stabil di kisaran Rp21.400–Rp29.000 per liter.

Dalam daftar PIHPS, telur ayam ras terpantau pada Rp36.200 per kilogram, mempertahankan posisinya sebagai komoditas favorit yang paling sering diburu masyarakat.

Di balik rangkaian angka ini, ada cerita lebih panjang: soal pasokan, distribusi, cuaca, dan upaya pemerintah menahan laju inflasi. Namun di pasar tradisional, di kios-kios kecil, dan di keranjang belanja ibu-ibu, yang tampak hanyalah satu pertanyaan sederhana: sampai kapan harga bergerak seperti ini?

#HargaPangan #PIHPSNasional #Inflasi #BawangMerah #CabaiRawit #Beras #DagingAyam #DagingSapi #MinyakGoreng #EkonomiRakyat

SUMBER: ANTARA