DURIAN INDONESIA MENGGELEGAR DI PENTAS DUNIA

Ekonomi, Fokus298 Dilihat

 

Di tengah hiruk-pikuk pasar global yang terus berubah, durian Indonesia mulai tampil sebagai bintang baru. Aroma khasnya yang selama ini hanya memikat pasar domestik, kini mulai menembus sekat antarnegara—bahkan masuk ke salah satu pasar paling rakus durian di dunia: Tiongkok.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin), Aditya Pradewo, menyebut momentum ini bukan terjadi begitu saja. Ada jalan panjang di baliknya. “Indonesia dan General Administration of Customs of China (GACC) telah menandatangani protokol ekspor durian beku pada 25 Mei 2025. Delapan perusahaan sudah lolos verifikasi untuk mengekspor durian beku ke Tiongkok,” ujarnya dalam keterangan resmi di Palu, Sulawesi Tengah, Senin.

Tanda tangan itu bukan sekadar formalitas. Ia membuka gerbang besar menuju pasar yang selama ini didominasi Thailand dan Vietnam. Dengan permintaan durian Tiongkok yang terus naik, langkah Indonesia masuk melalui jalur durian beku menjadi titik balik yang potensial.

Panggung internasional semakin terbuka ketika durian Indonesia mendapat sorotan dalam forum inovasi dan pengembangan durian dunia yang digelar bersamaan dengan China International Import Expo (CIIE) ke-8 di Shanghai, 10 November 2025. Bagi Apdurin, kehadiran di forum bergengsi itu menjadi deklarasi bahwa Indonesia siap bersaing, bukan sekadar jadi penonton.

“Keterlibatan kami bertujuan membawa durian Indonesia ke pasar internasional, meningkatkan nilai tambah, sekaligus menyejahterakan petani,” kata Aditya.

Ia menegaskan, terbukanya pintu ekspor ini adalah hasil kerja lintas lembaga—dari Kementerian Pertanian, Kemenko Pangan, Badan Karantina Indonesia, Badan Pangan Indonesia, hingga perwakilan RI di Tiongkok. Kolaborasi yang memastikan durian Indonesia tampil dengan standar terbaik.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi durian Indonesia mencapai 1,96 juta ton pada 2024, jumlah tertinggi dalam lima tahun terakhir. Produksi itu tersebar dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi—wilayah yang selama ini menjadi ladang tumbuhnya varietas lokal unggulan.

Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bahkan menyebut Indonesia memiliki 21 dari 27 spesies durian dunia. Sebuah keunggulan biologis yang tak dimiliki negara pesaing mana pun.

Di mata pasar global, kekayaan varietas ini bukan sekadar keunikan—ia adalah komoditas bernilai tinggi. Permintaan durian terus merangkak naik di kawasan ASEAN dan terutama Tiongkok. Dengan kualitas buah yang berkarakter kuat dan rasa yang lebih kompleks dibanding pemain lain, Indonesia berada dalam posisi strategis untuk menjadi pemasok berkelanjutan bagi pasar premium.

Gelombang baru durian dunia tengah bergerak. Dan kali ini, Indonesia tidak berdiri di tepian arus—melainkan ikut melaju di depan.

#DurianIndonesia #EksporDurian #Apdurin #CIIE2025 #DurianBeku #Tiongkok #Pertanian #KomoditasUnggulan #PasarGlobal #PetaniIndonesia

SUMBER: ANTARA