LEDAKAN DI MASJID SMAN 72 JAKARTA: 8 LUKA

Fokus, Hukum381 Dilihat

 

Suara itu datang tiba-tiba—seperti petir di siang bolong. Pukul 12.30 WIB, Jumat (7/11/2025), dentuman keras mengguncang Masjid SMAN 72 Jakarta di kawasan Kelapa Gading Barat. Jendela pecah, plafon retak, dan jamaah yang tengah bersiap untuk salat Jumat berhamburan keluar. Dalam hitungan detik, suasana tenang sekolah berubah menjadi kepanikan.

Masjid yang berdiri di Jalan Prihatin Nomor 87, RT 008/02, Kelurahan Kelapa Gading Barat itu kini dikepung garis polisi. Di tengah kepulan debu dan sisa serpihan kaca, petugas kepolisian bersama tim Jihandak TNI dan Polda Metro Jaya bergerak cepat melakukan penyisiran. Dugaan awal menyebut ledakan berasal dari perangkat sound system, namun belum ada kepastian.

“Saat ini area sudah steril, dan kami masih mendalami sumber ledakan. Dugaan sementara dari perangkat elektronik, tapi kami belum bisa memastikan,” ujar seorang petugas di lokasi kepada wartawan, dikutip dari BeritaSatu.

Ledakan itu melukai delapan orang, sebagian besar mengalami luka ringan akibat pecahan kaca dan tekanan suara. Namun dua di antaranya mengalami luka cukup serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Ambulans hilir mudik keluar-masuk kompleks sekolah sementara petugas pemadam kebakaran dan TNI AL berjaga di perimeter.

Sekilas, masjid sekolah itu tampak seperti biasa: kubah hijau, tembok putih, dan halaman yang teduh. Namun siang itu, ketenangan berubah menjadi kepanikan. Saksi mata menyebut sempat terdengar suara “mendesis” beberapa detik sebelum ledakan. Tak lama, suara menggelegar itu mengguncang ruangan hingga plafon runtuh sebagian.

“Anak-anak langsung keluar kelas, banyak yang menangis. Kami kira gempa, ternyata dari masjid,” ujar seorang guru yang enggan disebut namanya.

Pihak sekolah segera mengevakuasi seluruh siswa dan menutup akses ke area masjid. Aktivitas belajar dihentikan sementara, sementara petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara. Hingga malam, tim forensik masih bekerja menelusuri serpihan logam dan kabel yang ditemukan di sekitar lokasi ledakan.

Kecurigaan masyarakat sempat mengarah ke isu teror, namun polisi menegaskan belum ada indikasi keterlibatan jaringan terorisme. Dugaan kuat sementara mengarah pada kerusakan perangkat elektronik atau korsleting listrik yang memicu ledakan di sistem audio masjid.

Insiden ini menjadi pengingat betapa pentingnya keamanan fasilitas publik di sekolah, termasuk perangkat listrik yang sering digunakan tanpa pemeriksaan rutin. Apalagi masjid SMAN 72 kerap menjadi pusat kegiatan keagamaan siswa setiap Jumat.

Menjelang sore, garis polisi masih terpasang rapat di sekeliling bangunan masjid. Warga yang penasaran hanya bisa memandangi dari jauh, sementara aroma asap tipis masih sesekali tercium. Dari kejauhan, suara sirene ambulans terakhir terdengar meninggalkan sekolah—menandai berakhirnya siang yang tak biasa di Kelapa Gading Barat.

#LedakanSMAN72 #JakartaUtara #BreakingNews #PolriPresisi #Jihandak #LedakanMasjid #KelapaGading #BeritaJakarta #InvestigasiPolisi