MISTERI TUJUH BOM RAKITAN DI SMAN 72 JAKARTA: JEJAK REMOT, SULUT API, DAN ANAK BERKONFLIK HUKUM

Fokus, Hukum414 Dilihat

 

Siang itu, dentuman dari arah Masjid SMAN 72 Jakarta Utara masih terngiang di telinga warga sekitar. Namun, penyelidikan yang dilakukan kepolisian justru membuka fakta yang jauh lebih mencengangkan: bukan sekadar ledakan akibat korsleting, melainkan hasil perakitan bom buatan tangan. Total ada tujuh bom rakitan yang ditemukan di area sekolah—dan sebagian masih aktif.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, mengungkapkan temuan tersebut dengan nada berat. “Dari tujuh bom, empat meledak dan tiga lainnya berhasil diamankan dalam kondisi aktif. Saat ini sudah kami amankan di Markas Gegana Satbrimob,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).

Ledakan itu berasal dari dua titik: Masjid sekolah dan area taman baca atau bank sampah. Dua ruang yang sejatinya diciptakan untuk menanamkan nilai damai dan ilmu pengetahuan, justru menjadi saksi bisu eksperimen mematikan seorang remaja.

Henik menjelaskan, bom rakitan itu bukan main-main. Setiap unit memiliki inisiator elektrik, receiver enam volt, dan bahan peledak dari potasium klorat—bahan kimia yang lazim digunakan dalam kembang api namun berbahaya bila dicampur secara salah. “Rangkaiannya aktif, dan pelaku memicunya dari jarak jauh menggunakan remot kontrol,” ujar Henik.

Menurut hasil olah tempat kejadian perkara, dua bom di lokasi pertama (masjid) dibungkus jerigen plastik. Dari titik itu, anak yang kini berstatus berkonflik dengan hukum diduga memicu ledakan dari kejauhan.

Sementara di lokasi kedua—bank sampah dan taman baca—petugas menemukan lima bom lain. Empat di antaranya dibungkus kaleng minuman, dan satu lagi terbuat dari pipa besi. Mekanisme di lokasi ini berbeda: bukan lewat remot, melainkan sumbu api yang disulut manual oleh pelaku.

“Kalau tidak dibakar, bom itu tidak akan meledak. Namun dua di antaranya disulut langsung oleh pelaku. Bahannya sama, potassium chloride,” jelas Henik.

Fakta bahwa bom-bom tersebut dirakit oleh seorang pelajar memperpanjang daftar kekhawatiran publik tentang pengaruh internet, akses bahan kimia, dan lemahnya pengawasan lingkungan pendidikan. Polisi kini tengah mendalami motif di balik tindakan ini—apakah murni percobaan, atau ada unsur lain yang mendorong.

Area sekolah telah disterilkan total. Garis polisi masih membentang, sementara unit Gegana melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap sisa material peledak. Pihak sekolah menutup aktivitas tatap muka hingga situasi dinyatakan aman.

Di tengah kekacauan itu, tersisa satu ironi pahit: sebuah taman baca yang biasanya menjadi tempat anak-anak menulis puisi dan membaca cerita, kini menyisakan bekas ledakan di antara tumpukan kertas yang hangus.

#LedakanSMAN72 #BomRakitanJakarta #PoldaMetroJaya #Brimob #BreakingNews #JakartaUtara #InvestigasiPolisi #BeritaJakarta #Gegana #KasusAnakBerhadapanHukum