SIAGA NATARU 2025/2026: KEMENHUB FOKUS MITIGASI MACET BOCIMI, KESELAMATAN ANGKUTAN WISATA JADI KUNCI!

Ekonomi, Fokus, Nasional284 Dilihat

 

Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) memang masih sekitar sebulan lagi, namun Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan telah memukul genderang persiapan. Belajar dari evaluasi tahun-tahun sebelumnya, tahun ini persiapan dilakukan lebih awal, dengan fokus utama pada keselamatan, kelancaran mobilitas, dan mitigasi kemacetan di titik-titik vital, terutama di Jawa Barat.

“Walaupun setiap tahun kita menyelenggarakan operasi ini, penyelenggaraannya tahun ini bisa berbeda. Evaluasi tahun lalu dapat menjadi pedoman agar kita mempersiapkan Angkutan Nataru kali ini dengan maksimal,” ujar Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, saat membuka rapat pembahasan kesiapan di Kabupaten Bogor, Senin (10/11/2025).

TOL BOCIMI DAN SIMPANG PARUNGKUDA JADI TITIK KRUSIAL
Dalam pemetaan teknis yang dilakukan langsung di lapangan, ruas Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) diidentifikasi sebagai lokasi yang paling berpotensi menimbulkan bottleneck atau sumbatan lalu lintas. Kemacetan parah diprediksi akan terjadi di area exit tol, titik gerbang keluar menuju destinasi wisata favorit.

Selain Bocimi, titik simpul lalu lintas di Simpang Parungkuda juga menjadi perhatian serius. Simpang ini rawan kepadatan tinggi akibat pertemuan arus dari jalur arteri dan jalur alternatif yang digunakan pemudik dan wisatawan.

Aan Suhanan menekankan perlunya strategi rekayasa lalu lintas yang cerdas dan adaptif. “Pengelolaan lalu lintas di Tol Bocimi perlu dimaksimalkan. Jangan sampai terjadi kemacetan yang menjebak pengguna jalan. Di Simpang Parungkuda juga perlu mitigasi agar arus tidak tersendat,” jelasnya.

Strategi yang diusung adalah pengelolaan arus dari hulu. Dirjen mengingatkan agar kemacetan yang sudah terjadi di depan harus segera diatasi dengan pengelolaan dari persimpangan sebelumnya, untuk mencegah pengguna jalan terjebak di dalam kepadatan yang tak terurai.

KESELAMATAN JADI HARGA MATI: PENGUATAN RAMP CHECK
Selain manajemen kelancaran arus, aspek keselamatan di periode Nataru menjadi instrumen wajib yang harus diperkuat. Mengingat peningkatan drastis kendaraan angkutan wisata pada libur akhir tahun, Ditjen Hubdat memerintahkan pengawasan ketat.

Perintah utamanya adalah penguatan rampa pemeriksaan (ramp check) terhadap kendaraan pariwisata. Tujuannya tunggal: menjamin kelaikan jalan dan keselamatan para wisatawan.

“Tolong ramp check kendaraan pariwisata untuk menjamin keselamatan para wisatawan. Jangan sampai kendaraan tidak laik jalan dipaksakan tetap beroperasi,” tegas Aan, mengindikasikan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas non-negotiable.

Dirjen Hubdat menutup rapat dengan menekankan bahwa keberhasilan operasi Nataru 2025/2026 bergantung penuh pada sinergi dan kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, badan usaha jalan tol (seperti Trans Jabar), hingga operator transportasi. Konsolidasi yang dilakukan lebih awal ini diharapkan dapat menjamin perjalanan masyarakat berlangsung lancar dan selamat.

#AngkutanNataru #Kemenhub #DitjenHubdat #TolBocimi #RampCheck #MitigasiMacet #KeselamatanTransportasi #SiagaNataru