PENGANGGURAN TURUN, PEKERJA FORMAL NAIK

Ekonomi, Fokus229 Dilihat

 

Di tengah riuhnya dinamika ekonomi global, kabar baik datang dari dalam negeri. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia kembali menurun. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, per Agustus 2025 TPT berada di angka 4,85 persen, turun dari 4,91 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Angka itu berarti 7,46 juta orang kini masuk kategori pengangguran terbuka—lebih sedikit dari tahun sebelumnya. “Terjadi penurunan TPT, diikuti peningkatan proporsi pekerja formal yang naik dari 42,05 persen menjadi 42,20 persen,” ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, Rabu (5/11).

Tren ini mengindikasikan pasar kerja nasional mulai pulih setelah tekanan ekonomi dua tahun terakhir. Tambahan tenaga kerja paling besar datang dari sektor pertanian (0,49 juta orang), akomodasi dan makanan-minuman (0,42 juta orang), serta industri pengolahan (0,30 juta orang).

Menurut Edy, seseorang dikategorikan bekerja bila aktif minimal satu jam dalam seminggu—mengacu pada standar International Labour Organization (ILO). Berdasarkan kriteria itu, BPS membagi penduduk bekerja dalam tiga kelompok utama:

Pekerja penuh waktu — mereka yang bekerja 35 jam atau lebih per minggu.

Pekerja paruh waktu — mereka yang bekerja di bawah 35 jam, namun tidak mencari pekerjaan tambahan.

Setengah pengangguran — mereka yang bekerja di bawah 35 jam dan masih mencari atau bersedia menerima pekerjaan lain.

Dari survei terbaru, proporsi pekerja penuh waktu mencapai 67,32 persen, pekerja paruh waktu 24,77 persen, dan setengah pengangguran 7,91 persen.

Dengan tren penurunan pengangguran dan peningkatan pekerja formal ini, sinyal pemulihan ekonomi tampak semakin nyata. Tenaga kerja mulai terserap kembali, industri menggeliat, dan lapangan pekerjaan baru terus tumbuh, terutama di sektor riil yang berorientasi domestik.

#TenagaKerjaIndonesia #BPS #TingkatPengangguran #EkonomiIndonesia #PasarKerja #DataBPS #PekerjaFormal #PertumbuhanEkonomi #PengangguranTurun