11 PENJARAH RUMAH SRI MULYANI DIGARUK POLISI, LUKISAN BUNGA IKUT RAIB

Fokus, Hukum232 Dilihat

Kepolisian Resor Tangerang Selatan (Polres Tangsel) akhirnya menangkap 11 orang yang diduga terlibat dalam penjarahan rumah pribadi mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Penangkapan itu diumumkan Kapolres Tangsel, AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang, Senin, 8 September 2025.

“Sebanyak 11 pelaku aktif sudah kami tahan. Saat ini mereka masih diperiksa intensif,” kata Victor.

Menurutnya, penyidik tengah mendalami peran masing-masing tersangka. Polisi menduga masih ada pelaku lain yang belum tertangkap. “Kami juga menelusuri barang-barang yang dijarah, salah satunya lukisan bunga karya Ibu Sri Mulyani sendiri,” ujarnya.

Jejak Perampasan

Kericuhan yang berujung penjarahan itu pecah pada Minggu dinihari, 31 Agustus 2025. Massa yang sejak malam sebelumnya berkumpul di sekitar kediaman Sri Mulyani mendobrak masuk dan merusak sejumlah bagian rumah. Dari hasil pemeriksaan sementara, para tersangka kebanyakan berdomisili di Tangerang Selatan, sisanya berasal dari Jakarta.

Aksi brutal itu dipicu kemarahan massa atas kebijakan fiskal dan pajak yang dianggap mencekik. Rumah Sri Mulyani pun menjadi sasaran amarah.

Karier Panjang, Akhir yang Pahit

Sri Mulyani bukan sosok baru di panggung politik dan ekonomi nasional. Ia pertama kali menjabat Menteri Keuangan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejak 2005, kemudian kembali dipercaya Presiden Joko Widodo pada 2016.

Di era Presiden Prabowo Subianto, ia kembali mengisi kursi Menkeu pada 2024. Namun, insiden penjarahan yang menimpa rumahnya justru menjadi titik balik. Sri Mulyani dikabarkan langsung mengajukan pengunduran diri setelah kejadian tersebut.

Presiden Prabowo tak butuh waktu lama mencari pengganti. Pada Senin, 8 September 2025, ia melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan yang baru.

Kini, publik menanti dua hal sekaligus: bagaimana kepolisian menuntaskan kasus penjarahan yang menimpa Sri Mulyani, dan bagaimana arah kebijakan fiskal Indonesia di tangan menteri baru.

SUMBER: RRI