Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (UMBB) Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng., IPM., menerima kunjungan Prof. Dr. K.H. Husnan Bey Fananie, M.A., di ruang kerjanya, belum lama ini.
Prof. Husnan Bey, yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), datang bersama rombongan untuk bersilaturahmi sekaligus menelusuri jejak dakwah kakeknya, Raden Zainudin Fananie (1908–1967).
RZ Fananie merupakan tokoh besar pendiri Pesantren Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur, yang dikenal aktif menyebarkan dakwah Islam hingga ke pelosok Nusantara, termasuk wilayah Sumatera bagian Selatan.
“Saya datang untuk mencari jejak langkah kakek saya Raden Zainudin Fananie, karena beliau telah melakukan perjalanan panjang hingga ke Sumatera bagian Selatan. Saya hadir untuk berkoordinasi dengan Pak Rektor dan teman-teman di Muhammadiyah,” kata Prof. Husnan yang pernah menyatakan dirinya berniat maju dalam pencalonan Ketua Umum partai berlambang Kabah, Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Mantan Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan periode 2016–2020 itu menegaskan pentingnya memperkuat jaringan pemikiran Islam dan kontribusi Muhammadiyah bagi bangsa. Ia juga mendorong generasi intelektual Muslim untuk terus berkiprah dengan integritas di berbagai bidang.
Rektor UMBB menyambut baik kunjungan tersebut. Pertemuan berlangsung lebih dari satu jam dalam suasana hangat, ditemani kopi dan penganan khas Bangka Belitung, otak-otak.
“Terima kasih atas kunjungannya. Kita seharusnya bisa membuka forum khusus untuk membahas sejarah berdirinya Muhammadiyah yang terkait jejak RZ Fananie. Di Belitung Timur, terutama di Gantung, sejarah Muhammadiyah sangat kental. Pertemuan semacam ini tentu baik untuk mengulik kembali sejarah dan bahkan mendorong penyusunan buku sejarah Muhammadiyah yang lebih mutakhir,” ujar Fadillah.
Mengenal Husnan Bey Fananie
Prof. Dr. K.H. Husnan Bey Fananie, M.A. (lahir 13 November 1967 di Jakarta) adalah seorang akademisi, penulis, dan diplomat Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Azerbaijan sejak 13 Januari 2016 hingga Juli 2020.
Pendidikan
Husnan Bey Fananie menempuh pendidikan dasar keagamaannya di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo. Setelah itu ia melanjutkan studi ke luar negeri dan menyelesaikan:
* Sarjana (S1) di Universitas Punjab, Lahore, Pakistan
* Magister (S2) di Universitas Rijks Leiden, Belanda
* Doktor (S3) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta
Karier
Selain aktif di dunia akademik dan kepenulisan, Husnan Bey Fananie dipercaya menjadi Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan periode 2016–2020. Setelah masa jabatannya berakhir, ia aktif di berbagai organisasi, dan kini menjabat sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi).
Karya
Pada tahun 2016, Husnan Bey Fananie menerbitkan sebuah antologi puisi berjudul Ranahku Kasihku, yang mencerminkan pandangan hidup dan pengalaman diplomatiknya.
Kehidupan pribadi
Husnan menikah dengan Dian Sarastien Indah. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai dua anak: Kifah Gibraltar Bey Fananie dan Rumi Cahaya Nurani Bey Fananie.












