PENERBANGAN JAKARTA-BALI GUNAKAN BBM JELANTAH

Ekonomi, Fokus, Nasional78 Dilihat

Indonesia mencatat tonggak penting dalam transisi energi setelah PT Pertamina Patra Niaga berhasil menyalurkan bahan bakar pesawat ramah lingkungan berbasis minyak jelantah atau Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF). Penerbangan komersial pertama yang menggunakan bahan bakar tersebut dilakukan oleh maskapai Pelita Air dengan rute Jakarta–Bali pada Rabu (20/8/2025) dari Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menjelaskan bahwa penerbangan perdana ini menjadi bukti kesiapan Indonesia dalam menghadirkan solusi energi berkelanjutan. Menurutnya, Pertamina SAF diproduksi dengan memanfaatkan minyak jelantah (used cooking oil/UCO) yang dikumpulkan dari masyarakat.

“Kami memastikan distribusi SAF berjalan lancar sehingga penerbangan perdana ini dapat terlaksana. Lebih dari itu, bahan baku berasal dari minyak jelantah yang dihimpun dari restoran, rumah tangga, hingga usaha kecil. Dengan cara ini, pengembangan ekosistem Pertamina SAF tidak hanya mendorong transisi energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” kata Mars Ega dalam keterangan resmi, Kamis (21/8/2025).

Wakil Menteri Luar Negeri, Arif Havas Oegroseno, menilai inovasi Pertamina SAF memiliki arti strategis bagi posisi Indonesia di panggung global. “Pertamina Group harus menjadi pelopor. Indonesia sebagai negara pertama dan satu-satunya di ASEAN yang memproduksi SAF secara mandiri memiliki peluang besar untuk memimpin dalam riset, pemasaran, dan kebijakan energi berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana, menegaskan bahwa SAF merupakan bagian dari arahan Presiden RI untuk mewujudkan Astacita di bidang ketahanan dan kemandirian energi. “Program ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga menegaskan kemandirian nasional. Pertamina SAF sudah memiliki sertifikasi keberlanjutan yang diakui secara global,” kata Dadan.

Acara peluncuran penerbangan bersejarah tersebut turut dihadiri oleh Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Letjen TNI (Purn) AM Putranto, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, Wakil Direktur Utama Oki Muraza, serta jajaran direksi Pertamina Group lainnya. Hadir pula perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, Kementerian Sekretariat Negara, dan Kementerian Perhubungan.

Langkah Pertamina Patra Niaga ini sejalan dengan target pemerintah mencapai net zero emission (NZE) pada 2060. Melalui SAF berbahan baku minyak jelantah, Indonesia tidak hanya memperkuat posisi sebagai pemain utama energi bersih di kawasan, tetapi juga menunjukkan komitmen bahwa transisi energi bisa dilakukan dengan melibatkan partisipasi masyarakat luas.