JAKARTA BANJIR PRAMONO MINTA MAAF, JANJI KEBUT NORMALISASI CILIWUNG

Fokus, Regional384 Dilihat

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang masih terdampak banjir akibat curah hujan tinggi pada Minggu (6/7). Hingga saat ini, tercatat sekitar 25 RW di Jakarta masih mengalami genangan.

Permintaan maaf ini disampaikan saat meninjau titik banjir di Tanggul Inspeksi Kali Ciliwung, Rajawati, Jakarta Selatan, Selasa (8/7). Pramono menegaskan bahwa banjir bukan sesuatu yang direncanakan dan pemerintah daerah akan terus berupaya keras agar dampaknya tidak merugikan warga ke depan.

Ia juga meminta agar Dinas Bina Marga dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta segera berkoordinasi untuk mengatasi sumbatan saluran air yang menyebabkan genangan. Koordinasi lintas dinas dinilai penting untuk penanganan yang lebih efektif.

Pramono menyampaikan bahwa penetapan lokasi proyek normalisasi Sungai Ciliwung telah dilakukan. Dari total 14 lokasi, empat di antaranya telah ditandatangani, masing-masing dua di Jakarta Selatan dan dua di Jakarta Timur. Ia mendorong Kementerian ATR/BPN dan Pemprov DKI untuk segera mempercepat pembebasan lahan dengan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaan pembebasan lahan, Pramono menolak pendekatan koersif. Ia menekankan pentingnya dialog dan empati dalam menghadapi warga terdampak agar proses berjalan lancar tanpa gesekan.

Sementara itu, Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menyatakan bahwa pembayaran pembebasan lahan kemungkinan akan dilakukan bulan depan. Pihaknya kini menunggu Kementerian Pekerjaan Umum untuk memulai pengerjaan fisik proyek normalisasi.

Upaya percepatan normalisasi Ciliwung diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir yang masih menghantui wilayah Jakarta.