PRABOWO RESMI TETAPKAN EMPAT PULAU MASUK WILAYAH ACEH

Fokus, Nasional964 Dilihat

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akhirnya mengetuk palu: Pulau Mangkir Gadang, Mangkir Ketek, Lipan, dan Panjang kini sah berada di pangkuan Provinsi Aceh. Keputusan ini diumumkan Prabowo lewat rapat daring pada Selasa, 17 Juni 2025, disaksikan para pejabat kunci pusat dan daerah.

Tak mau setengah hati, Prabowo langsung meminta dua kepala daerah yang sempat bersinggungan—Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution—untuk duduk semeja. Hasilnya: sebuah kesepakatan bersama ditandatangani sebagai penuntasan urusan administratif.

“Saya titip betul, jangan ada lagi riak-riak. Semua harus transparan ke rakyat, supaya tak muncul cerita macam-macam,” kata Prabowo dengan nada tegas namun hangat. Ia berkali-kali menggarisbawahi satu hal: keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati.

Presiden pun menyinggung situasi nasional yang belakangan terbilang stabil, mulai dari ekonomi hingga sektor pangan. Menurutnya, kerapian administrasi wilayah ibarat pagar rumah: kecil bentuknya, besar dampaknya bagi ketertiban negara.

Di gedung parlemen, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad buru-buru membuka dokumen kunci yang sempat terkubur di rak Kementerian Dalam Negeri. Isinya jelas: pada masa Gubernur Sumatra Utara Raja Inal Siregar, keempat pulau itu memang sudah diakui bagian dari Aceh.

“Jadi, keputusan ini bukan tiba-tiba turun dari langit. Dasar hukumnya kuat, hanya sempat terlupakan saja,” ujar Dasco di hadapan Presiden dan para gubernur.

Dengan resminya status empat pulau ini, diharapkan tak ada lagi sengketa tapal batas yang bisa meretakkan hubungan dua provinsi bertetangga. Prabowo meminta jajaran kementerian hingga perangkat desa mengawal penataan administratif dan menjamin hak masyarakat tetap terlindungi.

Langkah ini pun menjadi sinyal bagi daerah lain: urusan batas wilayah harus beres dengan kepala dingin, tanpa ribut-ribut berkepanjangan. Bagi Presiden, menjaga utuhnya peta Indonesia sama pentingnya dengan merawat hati rakyatnya—agar tetap tenteram di bawah satu merah putih.