10 KULINER DAGING KHAS SULSEL YANG BIKIN KANGEN KAMPUNG HALAMAN

Fokus, Regional64 Dilihat

Idul Adha yang jatuh pada Jumat (6/6/2025) kemarin, identik dengan melimpahnya daging, baik kambing maupun sapi.

Melimpahnya daging, mengingatkan pada kekayaan kuliner di kampung halaman yang juga berbahan dasar daging.

Daerah Sulawesi Selatan termasuk memiliki ragam kuliner sejenis yang terkenal kelezatannya, sehingga mengingatnya niscaya terbangkit keinginan untuk pulang ke kampubg halaman.

Berikut adalah 10 kuliner khas Sulawesi Selatan berbahan daging sapi atau kambing yang menggoda selera, lengkap dengan deskripsi usia kuliner dan momen penyajiannya. Makanan-makanan ini bukan hanya lezat, tapi juga sarat makna budaya dan bikin rindu kampung halaman.

1. Coto Makassar

Usia: Diperkirakan telah ada sejak abad ke-16, semasa Kerajaan Gowa.

Momen: Hidangan sehari-hari, juga sering disajikan saat pesta pernikahan atau hajatan besar.

Deskripsi: Sup daging sapi dengan kuah kaya rempah dan kacang tanah yang ditumbuk, disantap dengan burasa atau ketupat.

2. Konro

Usia: Sekitar 150–200 tahun.

Iga sapi besar yang dimasak dalam kuah hitam pekat berbumbu kluwek dan rempah Bugis-Makassar.

Momen: Populer saat acara keluarga, lebaran, atau perayaan penting.

3. Konro Bakar

Usia: Varian modern dari konro (sekitar 20–30 tahun terakhir).

Momen: Banyak ditemukan di restoran khas Sulsel, cocok untuk acara keluarga atau makan malam spesial.

Deskripsi: Iga sapi dibakar setelah direbus dalam bumbu konro, menghasilkan rasa gurih dan manis pedas.

4. Pallubasa

Usia: Lebih dari 100 tahun, berasal dari era kolonial.

Momen: Hidangan harian dan juga dijadikan menu utama saat berkumpul bersama keluarga.

Deskripsi: Mirip Coto Makassar tapi lebih kental dan gurih, menggunakan kelapa sangrai dan biasanya dicampur jeroan sapi.

5. Sop Saudara

Usia: Dikenal sejak 1957, pertama kali dijual di Parepare.

Momen: Makanan khas saat berkunjung ke rumah saudara atau tamu penting.

Deskripsi: Sup sapi dengan bihun, perkedel, paru goreng, dan kuah gurih berempah khas Bugis.

6. Barobbo Daging

Usia: Resep asli diperkirakan berumur ratusan tahun, dari masa agraris masyarakat Bugis.

Momen: Sajian tradisional saat panen, syukuran, atau acara adat.

Deskripsi: Bubur jagung khas Bugis yang dimodifikasi dengan campuran daging sapi atau kambing, memberi rasa kaya dan legit.

7. Buras Daging Kambing

Usia: Tradisi buras sudah ada sejak abad ke-17, versi daging kambing dipopulerkan sekitar 50 tahun terakhir.

Momen: Lebaran Iduladha atau perayaan keluarga.

Deskripsi: Nasi buras dibungkus daun pisang, disajikan dengan kari atau semur daging kambing berempah.

8. Karebosi Kambing

Usia: Sekitar 30 tahun, awalnya populer di kawasan Karebosi, Makassar.

Momen: Kuliner malam hari atau buka puasa.

Deskripsi: Daging kambing muda dimasak dalam kuah pedas santan, sering dihidangkan dengan lontong atau nasi hangat.

9. Nasu Palekko Daging Sapi

Usia: Awalnya khas itik (lebih dari 100 tahun), versi sapi dikembangkan sekitar 40 tahun lalu.

Momen: Disajikan saat acara keluarga, reuni, atau pertemuan adat.

Deskripsi: Daging sapi dimasak pedas dengan cabai rawit dan bawang putih, menghasilkan rasa tajam dan menggigit.

10. Gogos Daging Sapi

Usia: Tradisi gogos sudah ada sejak zaman nenek moyang Bugis, lebih dari 100 tahun.

Momen: Bekal perjalanan jauh atau acara adat.

Deskripsi: Nasi ketan isi daging sapi berbumbu, dibungkus daun pisang dan dibakar, menciptakan aroma harum yang khas.

Jika Anda berasal dari Sulawesi Selatan atau pernah mencicipi salah satu dari kuliner ini, pasti rasa dan aromanya masih melekat di ingatan. Inilah sajian yang bukan hanya memanjakan lidah, tapi juga membawa kenangan pulang ke kampung halaman. ***