MODIFIKASI CUACA SINGKIRKAN POTENSI BENCANA DI SUMATRA BARAT

Fokus, Regional1209 Dilihat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatra Barat (Sumbar) selama delapan hari, dari 21 hingga 28 Januari 2025. Operasi ini bertujuan untuk memitigasi dampak bencana hidrometeorologi ekstrem selama puncak musim hujan.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan bahwa OMC berhasil mengurangi dampak buruk bencana hidrometeorologi. Selama operasi, dilakukan sembilan sorti penerbangan penyemaian awan dengan total sembilan ton bahan NaCI powder dalam waktu 16 jam 11 menit.

OMC di Sumbar dilaksanakan atas permintaan Penjabat Gubernur Sumbar kepada Kepala BMKG untuk mengurangi hujan lebat hingga ekstrem yang berpotensi memicu bencana. Data BMKG menunjukkan adanya indikasi hujan sangat lebat (100-150 mm/hari) di wilayah tersebut.

“Hasilnya, selama OMC, tidak terjadi hujan ekstrem >150 mm/hari. Kondisi ini berbeda dengan periode sebelumnya, di mana hujan sangat lebat bahkan ekstrem masih sering terjadi,” ujar Seto.

OMC merupakan kerja kolaboratif antara BMKG, Pemprov Sumbar, BNPB, BPBD Sumbar, AirNav, PT Angkasa Pura Indonesia, PT Smart Cakrawala Aviation, dan UPT BMKG di Sumbar. BMKG juga telah melakukan sosialisasi mekanisme OMC ke seluruh stakeholder provinsi di Indonesia.

“OMC dapat dilakukan oleh BMKG maupun operator swasta yang diinisiasi oleh K/L terkait dengan pendampingan BMKG,” tambah Seto.

Operasi ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dan teknologi dalam mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah rawan seperti Sumbar.