KAPOLRI INSTRUKSIKAN TINDAK PEMALAKAN DI TEMPAT WISATA JAWA BARAT

Fokus, Hukum1333 Dilihat

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa sejumlah kasus pemalakan terhadap masyarakat yang berlibur ke tempat wisata, khususnya di wilayah Jawa Barat, telah ditemukan. Insiden ini terjadi selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang tengah berlangsung.

Untuk mengatasi hal tersebut, Jenderal Sigit memerintahkan jajaran kepolisian untuk melakukan sweeping dan meningkatkan patroli guna menindak para pelaku pemalakan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat berlibur dengan aman dan nyaman.

“Kecenderungan masyarakat untuk melalui jalur-jalur tikus, oleh karena itu tadi kita minta untuk dilaksanakan sweeping, khususnya di saat terjadi puncak arus. Karena dari laporan yang ada memang sempat terjadi potensi, ada pemalakan. Oleh karena itu, saya minta untuk ke depan ini diantisipasi, perbanyak kegiatan patroli gabungan TNI-Polri dan seluruh stakeholder terkait, dan pastikan masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan bisa merasa aman,” ujar Kapolri, Jumat (27/12/24).

PENGAWASAN ARUS MUDIK DAN BALIK
Kapolri menekankan bahwa pergerakan masyarakat menuju wilayah wisata, terutama di Jawa Barat, menunjukkan peningkatan signifikan. Kendaraan dari Jakarta menuju kawasan wisata tersebut mulai memadati jalan.

Ia meminta seluruh stakeholder yang terkait dalam pengamanan Nataru untuk terus meningkatkan sinergi dan soliditas dalam menjalankan tugasnya.

“Terus tingkatkan sinergitas dan soliditas seluruh stakeholder terkait yang melaksanakan pengawasan Nataru, baik mulai dari TNI-Polri, perhubungan, kesehatan, jasa marga, dan seluruh rekan-rekan lainnya. Sehingga rangkaian operasi Nataru benar-benar bisa berjalan dengan baik, dan masyarakat benar-benar dapat terlayani dengan baik,” ungkapnya.

Langkah tegas dari Kapolri ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat yang ingin menikmati liburan Nataru tanpa gangguan.