UMUMKAN DARURAT MILITER, PRESIDEN KORSEL MENYESAL

Fokus, Internasional104 Dilihat

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol pada Sabtu menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas keputusannya memberlakukan darurat militer awal pekan ini, yang menuai kritik luas. Dalam pidato yang disiarkan televisi, beberapa jam sebelum parlemen menggelar pemungutan suara pemakzulan, Yoon berjanji tidak akan mengulangi tindakan serupa.

“Saya sungguh-sungguh meminta maaf dan memohon maaf kepada masyarakat yang pasti sangat terkejut,” ujar Yoon.

Yoon menjelaskan bahwa darurat militer diberlakukan pada Selasa (3/12/24) malam karena situasi yang ia nilai “putus asa.” Namun, ia mencabut keputusan itu enam jam kemudian setelah Majelis Nasional menentangnya. Yoon mengakui bahwa langkah tersebut menimbulkan kekhawatiran dan ketidaknyamanan publik, serta menegaskan tidak ada rencana untuk memberlakukan kembali darurat militer.

“Saya tidak akan menghindari tanggung jawab hukum dan politik terkait keputusan ini,” tambahnya, seraya menyerahkan masa depan politiknya kepada Partai Kekuatan Rakyat.

Pidato singkat Yoon memicu reaksi keras dari oposisi. Pemimpin Partai Demokrat, Lee Jae-myung, mendesak Yoon untuk mengundurkan diri atau menghadapi pemakzulan. Pemimpin PPP, Han Dong-hoon, menyebut pengunduran diri presiden lebih awal “tidak terhindarkan.”

Tekanan terhadap Yoon meningkat setelah langkah darurat militer yang kontroversial tersebut, di tengah tuduhannya terhadap oposisi sebagai “kekuatan anti-negara” yang melumpuhkan fungsi pemerintah dengan mosi pemakzulan dan pemotongan anggaran.