JAKARTA — Lembaga kajian kebijakan publik Mubarok Institute terus memperluas jaringan kemitraannya dengan berbagai pemangku kepentingan strategis nasional, mulai dari institusi pemerintah, Badan Usaha Milik Negara, kalangan swasta, hingga perguruan tinggi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen lembaga tersebut dalam mengawal serta mendukung implementasi kebijakan-kebijakan prioritas pemerintah di berbagai sektor.
Mubarok Institute sendiri merupakan lembaga riset, edukasi, dan pengembangan kebijakan publik yang bernaung di bawah Yayasan Mubarok Mutiara Indonesia, dengan Chairman Fadhil As Mubarok atau akrab disapa Gus Fadhil sebagai figur sentral yang kerap menjadi juru bicara lembaga dalam berbagai forum publik maupun pernyataan resmi. Lembaga ini secara konsisten memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat literasi kebijakan dan riset lintas sektor, mencakup isu pendidikan, ekonomi kerakyatan, tata kelola pelayanan publik, hingga reformasi birokrasi.
Salah satu bentuk konkret sinergi kelembagaan ini terlihat dari kolaborasi Mubarok Institute bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Universitas Islam Negeri Prof KH Saifuddin Zuhri Purwokerto dalam menyelenggarakan Seminar Nasional Pendidikan bertema transformasi pendidikan dasar dan menengah untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045, sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden. Wakil Presiden Mubarok Institute, Profesor Sukhan Chakim, saat itu menegaskan forum tersebut menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah pembangunan pendidikan yang adaptif dan relevan dengan tantangan global, sementara Gus Fadhil menekankan pentingnya sinergi multipihak demi menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret dan aplikatif bagi pemerintah.
Pola kemitraan lintas sektor semacam ini turut tercermin dalam berbagai kesempatan lain, di mana Mubarok Institute secara rutin mengeluarkan maklumat strategis untuk mengawal kebijakan pemerintahan yang berintegritas. Lembaga ini menegaskan komitmennya berdiri di garis depan mendukung program pemerintahan yang bersih, jujur, dan berani mengambil terobosan demi kepentingan publik, dengan menitikberatkan perhatian pada tiga pilar utama, yakni peningkatan kualitas pelayanan publik lewat transformasi birokrasi yang berorientasi pada masyarakat, penjagaan stabilitas sosial di tengah keberagaman, serta perwujudan keadilan ekonomi nasional melalui optimalisasi infrastruktur sebagai penggerak perekonomian domestik.
Pola kolaborasi lintas institusi seperti ini sejalan dengan semangat besar yang tengah digalakkan pemerintah, di mana keterlibatan kalangan akademisi, dunia usaha, komunitas, pemerintah, dan media dipandang krusial sebagai ekosistem pentahelix untuk mengawal berbagai program strategis nasional, mulai dari isu ketahanan pangan, transformasi pendidikan, hingga pemulihan pascabencana di berbagai daerah.
Dengan terus memperluas jejaring kemitraan bersama berbagai elemen strategis bangsa, Mubarok Institute berupaya memastikan hasil kajian dan rekomendasi kebijakannya tidak berhenti sebagai wacana semata, melainkan dapat diimplementasikan secara nyata guna mendukung agenda besar pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
#MubarokInstitute #KebijakanStrategisNasional #SinergiKelembagaan #AstaCita #IndonesiaEmas2045 #KolaborasiPentahelix #FadhilAsMubarok #KebijakanPublik #ReformasiBirokrasi #BeritaNasional






