Jakarta – Di hadapan ribuan pengusaha muda yang memenuhi Hotel Novotel Lampung, Presiden Prabowo Subianto menanggalkan jubah protokoler dan berbicara dari lubuk hatinya yang paling dalam. Bukan soal target ekonomi atau program strategis, melainkan tentang mengapa ia nekad memperjuangkan kursi presiden hingga lima kali.
Lima Kali Maju Empat Kali Kalah
“Saudara-saudara, saya tadi dikatakan berapa kali maju jadi presiden? Tadi disebut tiga kali kalah, salah, empat kali kalah. Iya. Saya usaha dari presiden dari 2004 konvensi Golkar, iya kan. 2004, 2009, 2014, 2019, 2024. Lima kali, empat kali kalah,” kata Prabowo dalam pidato pembukaan Musyawarah Nasional XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).
Prabowo bahkan menyindir para pengamat dan podcaster yang mempertanyakan ambisinya. “Orang bingung, sudah empat kali kalah masih mau maju lagi. Ada analis-analis ya, podcast-podcast, Prabowo ingin banget jadi presiden sampai sekian kali,” ujarnya.
Jawabannya: Indonesia Sudah Salah Arah Sejak 1990-an
“Kenapa saya ingin jadi presiden? Saya ingin jadi presiden karena saya sudah lihat kalau tahun ’90-an Indonesia menuju arah yang salah, saya sudah lihat,” tegasnya. “Saya bukan mau jadi presiden hanya untuk jadi presiden. Lu kira enak?”
Ia menegaskan bahwa sistem ekonomi Indonesia saat ini telah menyimpang dari cita-cita dan pemikiran para pendiri bangsa yang tertuang dalam Sumpah Pemuda, Pancasila, dan Pasal 33 UUD 1945.
“Bagaimana kita mau mendirikan gedung tanpa suatu blueprint. Kalau kita menyimpang dari blueprint, gedung itu runtuh. Kita sudah diberi rancang bangun, blueprint, tapi kita pura-pura bahwa itu tidak penting,” kata Prabowo.
Kekayaan Bangsa Harus Kembali ke Rakyat
Prabowo menegaskan pemerintahannya berkomitmen mengembalikan pengelolaan kekayaan alam kepada amanat Pasal 33 UUD 1945, agar manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat banyak bukan segelintir elite.
Ia juga menyoroti ketimpangan yang mencolok dalam akses permodalan. Prabowo menyatakan keheranannya melihat ibu-ibu yang harus menanggung bunga pinjaman 24 persen, sementara pengusaha besar hanya dikenai bunga 9 persen.
Politik Bebas Aktif: Berteman dengan Semua
Di bidang geopolitik, Prabowo menegaskan Indonesia tidak akan masuk ke dalam blok kekuatan manapun. “Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak,” katanya, merujuk pada pendekatan diplomasi multiarah yang memungkinkan Indonesia menjaga relasi baik dengan Rusia maupun Amerika Serikat secara bersamaan. (Detik)
Prabowo mengingatkan bahwa kepemimpinan bukan soal kedudukan, melainkan tanggung jawab nyata memperbaiki keadaan bangsa. Ia mengajak para pengusaha muda untuk mengedepankan persatuan dan kerukunan nasional sebagai modal utama Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia.
#PrabowoHIPMI #MunasHIPMI2026 #IndonesiaSalahArah #PrabowoPilpres #EmpatKaliKalah #Pasal33UUD1945 #BlueprintBangsa #PolitikBebasAktif #SerikoKawanSatu #EkonomiRakyat #PidatoPrabowo #Lampung2026 #PrabowaBicaraHati #KekayaanBangsa #PresidensiaIndonesia






