Irak – Senin, 1 Juni 2026. Kapal kontainer berukuran kolosal baru saja menyelesaikan proses bongkar muat di Pelabuhan Umm Qasr, Irak selatan, dan siap bertolak. Pilot pelabuhan masih berada di atas dek ketika proyektil pertama menghantam lambung kapal. Detik-detik kemudian, proyektil kedua menyusul kali ini menghantam area dek awak. Api pun berkobar.
Kapal itu adalah MSC Sariska V, milik Mediterranean Shipping Company (MSC), grup pelayaran terbesar di dunia. Proyektil pertama menghantam saat pilot masih berada di atas kapal ketika hendak meninggalkan pelabuhan, dan proyektil kedua menghantam area awak tak lama sesudahnya. Seluruh awak kapal dilaporkan selamat tanpa mengalami cedera.
MSC Sariska V adalah kapal kontainer berkapasitas 4.800 TEU yang sebelum konflik bertugas di jalur layanan feeder Teluk, dan sejak pecahnya pertempuran telah terjebak di dalam Teluk di sisi dalam Selat Hormuz.
Video yang dirilis oleh Iraqi Ports Company dan diedarkan kantor berita Reuters memperlihatkan momen dramatis: kapal pemadam kebakaran bergerak cepat menyemprotkan air deras ke lambung MSC Sariska V yang dilalap api. Asap hitam mengepul di atas permukaan perairan Teluk Persia, sementara para awak berjibaku mempertahankan kapal dan muatannya.
Menurut United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), insiden itu terjadi sekitar 40 mil laut atau sekitar 74 kilometer di tenggara Pelabuhan Umm Qasr di dalam wilayah perairan Irak, tepat di dekat pelampung nomor 5, sesaat setelah aktivitas bongkar muat selesai dilakukan.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengonfirmasi serangan tersebut melalui pernyataan resmi yang dikutip kantor berita Tasnim. “Menyusul serangan agresif Angkatan Darat AS terhadap kapal Iran, Lion Star, di Teluk Oman, sebagai balasannya, Angkatan Laut IRGC meluncurkan serangan rudal jelajah ke kapal AS-Israel MSC Sariska,” demikian pernyataan IRGC.
Serangan AS yang diklaim menjadi pemicunya adalah insiden pada 29 Mei 2026, ketika pasukan Angkatan Laut AS melumpuhkan kapal berbendera Gambia bernama Lian Star yang tengah mencoba berlayar menuju pelabuhan Iran menembus blokade laut AS di Teluk Oman.
Reaksi MSC keras dan langsung. Dalam pernyataan resmi dari markas besar di Jenewa, Swiss, yang diterbitkan Selasa (2/6/2026), MSC menegaskan bahwa tindakan balasan IRGC itu sama sekali tidak berdasar. MSC adalah operator pelayaran komersial yang netral tanpa afiliasi dengan Amerika Serikat maupun Israel. Perusahaan ini didirikan oleh warga negara Italia, Kapten Gianluigi Aponte, berkantor pusat di Swiss, dan sepenuhnya dimiliki oleh kedua anaknya Diego dan Alexa Aponte yang keduanya adalah warga negara Italia tanpa kewarganegaraan lain.
MSC menambahkan: “Kami sangat prihatin dengan serangan tanpa provokasi ini dan risiko yang ditimbulkannya bagi para pelaut yang tidak bersalah serta perdagangan maritim yang vital di kawasan ini.”
Serangan ini bukan sekadar insiden tunggal. Para analis maritim memperingatkan bahwa serangan ini bisa memaksa maskapai pelayaran global untuk mengevaluasi ulang strategi melewati Selat Hormuz, mengingat insiden ini terjadi jauh di dalam Teluk bukan di zona sempit Selat Hormuz seperti yang biasa diantisipasi.
Opsi jalur darat alternatif melalui jembatan truk dari Jeddah ke Teluk juga semakin sulit dipertahankan akibat keterbatasan kapasitas. Maersk dan Hapag-Lloyd dua raksasa pelayaran mitra aliansi Gemini secara terpisah telah memberitahu pelanggan mereka bahwa pemesanan ke UAE, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Irak via Jeddah tidak lagi diterima.
Serangan terhadap MSC Sariska V bukan yang pertama kalinya MSC menjadi sasaran Iran dalam konflik 2026 ini. Ketegangan maritim di kawasan Teluk Persia terus meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026. Gencatan senjata yang diumumkan 8 April 2026 tidak benar-benar mengakhiri pertempuran, AS memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sementara IRGC membalas dengan terus menargetkan kapal-kapal yang dianggap terafiliasi dengan kepentingan Barat.
Kini, bahkan kapal-kapal netral yang tidak berafiliasi dengan negara mana pun pun tak lagi aman melintas di perairan yang menjadi nadi energi dunia itu.
#MSCSariskaV #IRGCSerangan #PelabuhananUmmQasr #PerangLautTelukPersia #IranVsAS #SelatHormuz #MaritimSecurity #KapalKontainer #MSC #PerangIran2026 #LianStar #UKMTO #KrisisEnergiGlobal #TelukPersia






