MERAK–BAKAUHENI TERANCAM MACET? KETAHUI STRATEGI YANG SIAP DIKUNCI KEMENHUB

Ekonomi, Fokus, Regional457 Dilihat

 

Hujan, gelombang tinggi, dan arus mudik yang selalu memadati Selat Sunda setiap akhir tahun kembali menghantui. Namun Jumat siang itu, di ruang rapat Pelabuhan Merak, Cilegon, Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan tampak tenang. Dengan suara mantap ia memastikan: “Operasi Nataru kali ini harus berjalan lebih baik. Dua tahun terakhir Merak jadi titik krusial. Tahun ini kita kunci semua kemungkinan.”

Rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan itu menjadi titik awal pengamanan arus penyeberangan Merak–Bakauheni untuk Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pemerintah—belajar dari kemacetan panjang dan antrean kendaraan tahun-tahun sebelumnya—menyiapkan strategi berlapis.

Skema Tiga Pelabuhan dan Satu Cadangan

Ditjen Hubdat kembali mengaktifkan pola pembagian arus penumpang dan kendaraan ke tiga pelabuhan utama:
• BBJ Bojonegara
• Pelabuhan Merak
• Pelabuhan Ciwandan

Namun Aan menekankan bahwa kali ini ada backup yang tidak akan dibiarkan hanya menjadi rencana di atas kertas: Pelabuhan KBS (Krakatau Bandar Samudera) siap difungsikan kapan saja sebagai contingency plan.

“Kita siapkan satu dermaga cadangan bila tiga pelabuhan utama tidak mampu menampung lonjakan,” ujar Aan.

Di sisi Lampung, strategi serupa diterapkan:
• BBJ Muara Pilu untuk arus dari/ke Bojonegara
• Lintasan utama Bakauheni–Merak
• Pelabuhan PT WIKA Beton untuk arus dari/ke Ciwandan

Dengan pola ini, Merak–Bakauheni tak lagi bergantung pada satu jalur saja.

Delaying System: Menahan Arus Sebelum Masuk Merak

Salah satu senjata utama Kemenhub adalah delaying system—mekanisme menahan kendaraan di buffer zone hingga situasi di pelabuhan aman untuk bongkar muat.

Zona penyangga itu tersebar di titik-titik strategis:

Merak:
• KM 13
• KM 43
• KM 68
• Cikuasa Atas
Total kapasitas: 1.050 mobil dan 200 motor

Lampung:
Ada 8 buffer zone dengan kapasitas 1.190 mobil

“Delaying system ini penting supaya kendaraan tidak menumpuk di pelabuhan. Kalau penyeberangan tidak bisa dilangsungkan, kendaraan cukup ditahan di zona penyangga,” jelas Aan.

Waspada Cuaca Ekstrem

BMKG memperingatkan bahwa Desember–Januari adalah puncak musim hujan. Angin kencang, banjir rob, hingga gelombang tinggi berpotensi mengganggu operasi penyeberangan.

“Prediksi BMKG menunjukkan adanya cuaca ekstrem. Semua stakeholder harus waspada agar keselamatan tetap nomor satu,” tegas Aan.

Optimisme Meski Tantangan Mengadang

Meski cuaca tidak bersahabat dan mobilitas diprediksi meningkat, Aan yakin Nataru tahun ini bisa berjalan lancar dengan kerja sama seluruh pihak.

Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut antara lain perwakilan Kemenko Infrawil, BMKG, PT ASDP, Ditlantas Polda Banten, Ditlantas Polda Lampung, serta Dinas Perhubungan dua provinsi.

Dari ruang rapat di Merak itu, satu pesan muncul jelas: arus Nataru 2025/2026 tidak boleh lagi gaduh. Semua celah harus ditutup, semua rencana harus siap dieksekusi.

#Nataru2025 #Kemenhub #MerakBakauheni #DitjenHubdat #ArusMudik #PenyeberanganMerak #CuacaEkstrem #BMKG #TransportasiNasional #BreakingNews