Pagi itu, di bawah matahari yang mulai meninggi, Presiden Prabowo Subianto berdiri di hadapan warga usai meresmikan Jembatan Kabanaran—jalur penghubung penting antara Bantul dan Kulon Progo. Sorak-sorai masih terngiang, begitu pula kenangan anak-anak sekolah yang berbaris menyambut kedatangannya. Prabowo tersenyum mengenang momen itu, tetapi ada satu kegelisahan yang segera ia ungkapkan.
“Saya terkesan, tapi kasihan juga anak-anak berdiri lama, panas,” katanya. Dari suara dan gesturnya, jelas bahwa Presiden sedang berbicara bukan sebagai kepala negara, melainkan sebagai seorang ayah yang memahami betapa pentingnya kenyamanan anak-anak.
Ia pun menginstruksikan Sekretaris Kabinet untuk menyiapkan surat resmi yang akan dikirimkan kepada seluruh bupati dan wali kota se-Indonesia. Isinya sederhana namun tegas: anak sekolah tidak perlu lagi berdiri di pinggir jalan menyambut kedatangan Presiden.
Di antara tepuk tangan dan kamera yang terus menyala, Prabowo menjelaskan alasannya. Anak-anak, katanya, punya tempat yang lebih penting saat jam kerja orang dewasa berlangsung: bangku sekolah mereka. Mereka tidak seharusnya menghabiskan waktu belajar hanya untuk menunggu iring-iringan kendaraan kepresidenan lewat dalam hitungan detik.
“Biarlah mereka di sekolah masing-masing. Kalau mau lihat, mungkin bisa dari televisi. Atau kalau mereka minta, saya akan masuk ke kelas saja,” ujarnya. Ada nada bersahaja di sana, seperti seseorang yang lebih menikmati tatapan polos anak-anak dari jarak dekat ketimbang sambutan seremonial yang melelahkan.
Meski demikian, Prabowo tidak memungkiri bahwa wajah-wajah ceria itu memberi energi tersendiri baginya. “Setiap kali saya melihat wajah rakyat, wajah anak-anak, saya tambah semangat, tambah muda,” tuturnya sambil tertawa kecil. Namun ia tetap tak ingin antusiasme itu berubah menjadi beban bagi para murid.
Selain soal panas terik, ia juga menyinggung satu hal yang sering luput: kecepatan iring-iringan kendaraan kepresidenan. “Kadang lajunya cepat, saya tidak ada waktu untuk berdiri balas sambutan anak-anak,” katanya. Mereka menunggu lama, tapi presiden hanya lewat sekilas.
Karena itu, pesannya pun tegas, ditujukan kepada seluruh kepala daerah: tidak perlu lagi mengerahkan siswa berdiri di tepi jalan setiap kali ia datang.
Di balik ketegasan itu, ada rasa peduli yang mengemuka—sebuah ajakan untuk menempatkan kenyamanan anak-anak di atas seremoni protokoler.
#PrabowoSubianto #KunjunganKerja #AnakSekolah #Kabupaten #Kota #KebijakanPresiden #JembatanKabanaran #Bantul #KulonProgo #BeritaNasional #CekFakta #GoogleNewsFriendly






