Doha menjadi saksi langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto pada Jumat (12/9). Di Istana Lusail, ia disambut hangat Emir Qatar, Syekh Tamim bin Hamad Al-Thani, meski suasana masih diliputi keprihatinan setelah serangan Israel mengguncang Doha tiga hari sebelumnya.
Prabowo menyampaikan simpati mendalam kepada rakyat Qatar. Ia menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap kedaulatan negara Teluk itu, sekaligus menyerukan pentingnya solidaritas internasional menghadapi ancaman yang mengganggu stabilitas kawasan. “Diplomasi harus bertumpu pada kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian,” ujarnya.
Dalam percakapan yang berlangsung akrab namun serius, kedua pemimpin membahas dinamika geopolitik di Timur Tengah. Prabowo menekankan perlunya suara kolektif dunia menyerukan penghentian segala bentuk agresi, khususnya yang menimpa rakyat sipil. Dialog internasional dan peran aktif negara sahabat, menurutnya, adalah jalan menjaga keseimbangan geopolitik yang kian rapuh.
Emir Tamim menyambut baik sikap Indonesia. Ia mengapresiasi solidaritas yang ditunjukkan Prabowo, sekaligus menegaskan komitmen Qatar memperkuat hubungan dengan Jakarta, tidak hanya di bidang ekonomi tetapi juga dalam kerja sama kemanusiaan dan diplomasi global.
Pertemuan singkat itu menegaskan satu hal: di tengah krisis yang membara, Indonesia berupaya hadir sebagai jembatan suara damai.






