PERTAMINA GALAKKAN DESA RAMAH BURUNG DI LAMPUNG TIMUR

Fokus, Regional415 Dilihat

PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Integrated Terminal (IT) Panjang menggelar kampanye konservasi satwa bertajuk Desa Ramah Burung di Desa Labuhan Ratu IX, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (19/8/2025).

Program dengan tema “Suara dari Hutan: Menjadikan Desa Kita Rumah Bagi Burung” ini difokuskan pada edukasi masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai pentingnya perlindungan burung sebagai bagian dari ekosistem. “Burung memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan alam. Program ini memberikan panduan praktis kepada warga untuk melestarikan habitatnya,” ujar Supervisor HSSE and Fleet IT Panjang, Catur Yogi Prasetyo.

Desa Labuhan Ratu IX dikenal sebagai kawasan penyangga Taman Nasional Way Kambas yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Namun, praktik ilegal seperti penangkapan burung untuk dijual masih menjadi ancaman serius. Melalui inisiatif ini, Pertamina bersama Koperasi Plang Ijo berupaya menciptakan harmonisasi antara kehidupan masyarakat dengan kelestarian satwa.

Ketua Koperasi Plang Ijo, Arif Fauzun, menyebut program ini telah membawa perubahan nyata. “Dulu warga masih menangkap burung untuk diperjualbelikan. Setelah sosialisasi desa ramah burung, aktivitas itu berkurang signifikan. Kini masyarakat lebih peduli dan segera melapor jika menemukan sarang burung,” ungkapnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menjelaskan strategi keberlanjutan program mencakup sosialisasi berkelanjutan di sekolah, penanaman pohon, adopsi sarang burung, monitoring habitat, serta penguatan aturan desa. “Pendekatan komprehensif ini diharapkan menjaga kelestarian ekosistem burung Way Kambas dalam jangka panjang,” tegasnya.

Pertamina menilai kolaborasi sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat merupakan kunci utama menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan kampanye ini, Way Kambas diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu spot pengamatan burung terbaik di Asia Tenggara sekaligus ikon konservasi satwa Indonesia.