KONFLIK IRAN-ISRAEL, INDONESIA TEGUH DI JALUR DIPLOMASI

Fokus, Internasional945 Dilihat

Panasnya suhu geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Iran dan Israel, tak menggoyahkan sikap Indonesia. Melalui Kantor Komunikasi Kepresidenan, pemerintah menegaskan tak akan berpaling dari jalur damai dan diplomasi.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi, di Jakarta, Senin (16/6/2024), menekankan Indonesia konsisten berdiri di barisan penyeru perdamaian.

“Pemerintah tidak bergeser. Setiap ada konflik, setiap ada perang, Indonesia selalu menyerukan tiga hal, dan ini tidak pernah berubah sampai hari ini,” ujar Hasan di hadapan wartawan.

Pertama, Presiden Prabowo Subianto tegas mengecam segala bentuk agresi dan penyerangan lintas negara. Kedua, pemerintah mendorong segera terciptanya de-eskalasi dan gencatan senjata agar konflik tidak memakan korban lebih luas.

Ketiga, Indonesia tetap mendesak semua pihak kembali ke meja diplomasi dengan menjunjung hukum internasional. “Enggak akan ke mana-mana, posisi kita selalu konsisten di jalur diplomasi dan hukum internasional,” kata Hasan.

Sikap ini sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif Indonesia yang sejak awal kemerdekaan menempatkan perdamaian dunia sebagai salah satu tujuan utama.

Seruan damai ini kembali ditegaskan di tengah hujan rudal balasan antara Iran dan Israel dalam sepekan terakhir, yang memicu penutupan ruang udara dan membekukan lalu lintas penerbangan di sebagian kawasan Timur Tengah.

Pemerintah juga memastikan perlindungan maksimal bagi warga negara Indonesia yang saat ini tertahan di wilayah konflik. Koordinasi lintas kementerian dan perwakilan diplomatik di kawasan terus dilakukan sambil menyiapkan opsi evakuasi jika situasi memburuk.

Di panggung internasional, Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri gencar berkomunikasi dengan berbagai mitra untuk mendesak penghentian agresi dan mencari celah dialog.

“Prinsipnya jelas: Indonesia berdiri untuk perdamaian, tidak akan pernah bergeser dari jalur diplomasi,” pungkas Hasan.