PRABOWO DORONG PNG DAN TIMOR JADI ANGGOTA ASEAN

Fokus, Internasional1070 Dilihat

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menekankan pentingnya menjaga sentralitas dan kohesivitas ASEAN di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks. Penegasan ini muncul dalam sesi pleno pertemuan puncak para pemimpin ASEAN.

Menteri Luar Negeri, Sugiono, menjelaskan bahwa diskusi utama dalam sesi tersebut mencakup pembangunan komunitas ASEAN, posisi kawasan dalam dinamika global, dan bagaimana ASEAN harus menyikapi tantangan geopolitik sambil tetap mengutamakan kepentingan kolektif.

ASEAN Harus Dinamis dan Solid
“Para pemimpin sepakat untuk menjaga sentralitas ASEAN. ASEAN harus tetap dinamis, adaptif terhadap perubahan, dan solid dalam menghadapi tantangan bersama,” ujar Menlu Sugiono usai menghadiri jamuan makan malam di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, Senin (26/5/2025).

Selain menekankan pentingnya kohesivitas antarnegara anggota, Presiden Prabowo juga menyoroti kekuatan ekonomi ASEAN yang berasal dari potensi sumber daya dan populasi besar. Presiden menilai, kekuatan ini perlu dimaksimalkan melalui kerja sama perdagangan antarnegara anggota.

“ASEAN memiliki potensi besar, termasuk komoditas yang bisa saling diperdagangkan. Jika kita mengelola dengan baik, ASEAN dapat menjadi kekuatan ekonomi regional yang sangat diperhitungkan,” lanjut Menlu.

Perluasan Keanggotaan ASEAN
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan dukungan penuh Indonesia terhadap percepatan keanggotaan penuh Timor Leste di ASEAN. Secara politis, para pemimpin negara ASEAN sepakat untuk menyambut Timor Leste sebagai anggota tetap.

“Kami berharap pada KTT ASEAN ke-47 nanti, Timor Leste resmi menjadi anggota penuh ASEAN,” ungkap Menlu.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga mengusulkan dan mendukung keanggotaan Papua Nugini (PNG) dalam ASEAN. Menlu menyebutkan bahwa PNG telah mengajukan permohonan resmi sejak 2018, dan Presiden kembali menegaskan usulan ini dalam sesi intervensi.

SUMBER: INFOPUBLIK