Rupiah Melemah ke Rp18.156 dan Dorongan Mandiri Energi

Ekonomi, Fokus, Nasional23 Dilihat

Jakarta – Nilai tukar rupiah masih tertekan di atas Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS), sementara pertumbuhan ekonomi nasional bertahan di kisaran 5 persen. Di tengah kondisi itu, pemerintah menyiapkan perubahan tata kelola hulu migas lewat pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK) Migas dan penawaran 118 blok migas baru.

Rupiah di zona merah

Pada Senin (2/11/2026), rupiah spot ditutup di Rp18.156 per dolar AS, melemah tipis 0,05 persen dari penutupan Jumat di Rp18.147. Data Refinitiv versi CNBC Indonesia mencatat penutupan di Rp18.140, dengan posisi terlemah harian Rp18.175. Dengan demikian, angka Rp18.175 merupakan titik terlemah di tengah perdagangan, bukan harga penutupan. Sepanjang 2026, rupiah terdepresiasi sekitar 8,8 persen dan tertinggal dari sejumlah mata uang utama Asia.

Pengamat menyebut tekanan datang dari banyak arah. Ketidakpastian geopolitik mendorong investor memburu dolar AS sebagai aset aman. Aksi jual investor asing di pasar saham Indonesia juga membebani rupiah. Pasar turut mencermati pemilu paruh waktu AS yang bisa mengubah keseimbangan kekuasaan di Kongres. Data inflasi dan perdagangan yang lebih baik dari perkiraan sedikit menahan pelemahan lebih dalam.

Pertumbuhan belum menyentuh 8 persen

BPS mencatat ekonomi kuartal II 2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan, lebih tinggi dari 5,12 persen setahun sebelumnya tetapi melambat dari 5,61 persen pada kuartal I. Angka itu masih jauh dari target 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menargetkan pertumbuhan 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027 sebagai tangga menuju 8 persen pada 2029. Pasar kini menanti rilis data BPS berikutnya.

Harga minyak jadi faktor

Harga minyak yang tinggi ikut menekan neraca energi Indonesia, yang masih bergantung pada impor. Brent ditutup di 104,77 dolar AS per barel pada 2 November, lalu kembali naik pada 3 November setelah laporan serangan AS di Pulau Qeshm, Iran.

Rencana BUK Migas dan 118 blok

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut BUK Migas akan menjadi pintu tunggal perizinan hulu dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Badan itu dirancang menggantikan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas). Pemerintah juga membuka tender 118 blok migas baru dengan target lifting 1 juta barel per hari pada 2029 hingga 2030.

Namun rencana ini belum final. Pembentukan BUK diatur dalam RUU Migas, dan Kementerian ESDM masih menyusun Daftar Inventarisasi Masalah. Rincian jumlah blok yang sudah diminati investor pun berbeda antar laporan, sehingga perlu konfirmasi resmi.

Belum ada jaminan instan

Pemerintah berharap produksi dalam negeri yang lebih tinggi dapat menekan impor dan memperkuat ketahanan energi. Meski begitu, eksplorasi hingga produksi butuh waktu bertahun tahun, sehingga dampaknya ke kurs dan pertumbuhan tidak bisa langsung terasa.

#Rupiah #DolarAS #PertumbuhanEkonomi #BUKMigas #BlokMigas #MandiriEnergi #HargaMinyak #BahlilLahadalia #EkonomiIndonesia #Jakarta