MAMASA — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan memaksa Pemerintah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi seluruh siswa mulai Jumat, 16 Oktober 2026. Meski demikian, penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap diupayakan berjalan bagi puluhan ribu siswa yang berada di wilayah dengan kualitas udara masih tergolong aman.
Bupati Mamasa mengumumkan kebijakan tersebut, Kamis, 15 Oktober 2026, menyusul memburuknya kondisi udara akibat sebaran asap kebakaran hutan dan lahan yang berasal dari kawasan Kalimantan dan Papua, terbawa angin hingga menyelimuti sebagian besar wilayah Sulawesi. Kebijakan serupa turut diberlakukan di sejumlah daerah tetangga, termasuk Kabupaten Mamuju yang juga mengkaji opsi penghentian sementara aktivitas belajar tatap muka akibat kabut asap yang kian pekat.
Meski seluruh siswa diarahkan belajar dari rumah, otoritas setempat memastikan penyaluran MBG tidak serta-merta dihentikan total. Sebanyak 34.098 siswa yang berada di wilayah dengan kondisi udara masih dalam ambang aman tetap menerima jatah makan bergizi gratis seperti biasa, meski mekanisme pembelajaran mereka beralih ke sistem daring.
Kebijakan ini sejalan dengan panduan resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang mengatur penerapan PJJ berdasarkan tingkat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di masing-masing wilayah terdampak. Berdasarkan ketentuan tersebut, saat kualitas udara mencapai kategori tidak sehat dengan ISPU 101 hingga 200, pembelajaran tatap muka hanya dilakukan terbatas di ruang kelas aman asap, dengan kelompok rentan seperti siswa PAUD, kelas I hingga III SD, peserta didik sekolah luar biasa, dan siswa berpenyakit penyerta diarahkan beralih penuh ke PJJ. Sementara jika ISPU menembus 201 hingga 300 atau kategori sangat tidak sehat, seluruh kegiatan tatap muka dihentikan sepenuhnya.
Persoalan serupa turut dialami berbagai daerah lain di Sulawesi dan Sumatra. Di Medan, Sumatra Utara misalnya, penghentian sementara aktivitas sekolah akibat kabut asap turut berimbas pada terhentinya distribusi MBG, karena pihak sekolah menilai tidak memungkinkan mendatangkan siswa hanya untuk mengambil jatah makanan di tengah kebijakan belajar dari rumah. Di sejumlah wilayah lain seperti Kalimantan Barat, kendala serupa juga membuat distribusi MBG tersendat, mengingat skema pengiriman makanan selama ini dirancang langsung ke sekolah, bukan ke rumah masing-masing siswa.
Pemerintah daerah di berbagai wilayah terdampak terus memantau perkembangan kualitas udara secara berkala, sembari mengupayakan solusi teknis agar hak siswa atas pendidikan dan asupan gizi tetap dapat terpenuhi di tengah krisis kabut asap yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda dalam beberapa pekan terakhir ini.
#PJJKarhutla #KabutAsapMamasa #MakanBergiziGratis #SulawesiBarat #ISPU #Kemendikdasmen #PendidikanDaring #KarhutlaIndonesia #BupatiMamasa #BeritaNasional






