Gibran Turun Tangan Usai Ratusan Korban Keracunan MBG di Batang

Fokus, Nasional222 Dilihat

BATANG — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bertolak langsung ke Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin, 28 September 2026, untuk memastikan penanganan medis korban dugaan keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang berjalan optimal.

Kasus ini bermula dari makanan yang dipasok satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang setiap harinya melayani sekitar 2.700 penerima manfaat. Jumlah korban terus bertambah dari waktu ke waktu, mulai dari data awal sekitar 521 orang per Jumat, 25 September, hingga akhirnya melonjak menjadi ratusan lebih dalam hitungan hari berikutnya. Penanganan medis para korban tersebar di beberapa fasilitas kesehatan, dengan RSUD Limpung merawat 78 kasus, RSUD Batang menangani 96 kasus, serta Puskesmas Bawang melayani ratusan pasien lainnya.

Didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gibran meninjau langsung kondisi para korban di RSUD Limpung, Kabupaten Batang. Ia menegaskan penanganan kesehatan korban menjadi prioritas utama, sembari memastikan mekanisme pembiayaan pengobatan berjalan lancar di seluruh fasilitas kesehatan yang menangani insiden tersebut, sehingga keluarga korban tidak perlu menanggung beban biaya perawatan.

Terkait penyebab pasti keracunan, Gibran menjelaskan proses pemeriksaan masih terus berlangsung. Ia meminta investigasi segera dituntaskan dan hasilnya disampaikan secara transparan kepada publik, agar dapat menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bersama ke depan. Wapres menekankan bahwa hasil investigasi tersebut tidak hanya penting untuk mengungkap akar penyebab kejadian, tetapi juga menjadi dasar penguatan pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program secara keseluruhan.

Gibran secara spesifik meminta evaluasi menyeluruh mencakup berbagai tahapan penyediaan makanan, mulai dari pemenuhan standar higiene, waktu pengolahan, masa penyimpanan, proses distribusi, hingga pengawasan langsung di lapangan. Ia menegaskan bahwa setiap temuan pelanggaran harus segera diperbaiki, dengan tujuan akhir memastikan program prioritas Presiden ini tetap memberikan manfaat sebesar-besarnya tanpa mengorbankan keamanan dan kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat.

Sebelum kunjungan Gibran, Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Pemerintah Kabupaten Batang telah lebih dulu menyampaikan temuan awal terkait dugaan pelanggaran standar operasional prosedur di dapur SPPG Bawang yang menjadi sumber makanan bermasalah tersebut. Kasus ini menambah daftar panjang insiden keracunan massal yang menimpa program MBG di berbagai daerah Indonesia sepanjang beberapa bulan terakhir, sekaligus kembali mempertegas urgensi pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola keamanan pangan dalam program bantuan gizi nasional tersebut.

#KeracunanMBGBatang #GibranRakabumingRaka #KecamatanBawang #BadanGiziNasional #AhmadLuthfi #RSUDLimpung #KeselamatanPangan #ProgramMBG #JawaTengah #BeritaKesehatan