JAKARTA — Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Djaka Budhi Utama, mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa sore, 22 September 2026, usai dipanggil langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Kehadirannya di lokasi tanpa didampingi ajudan maupun staf mengundang perhatian awak media yang menunggu di sekitar istana.
Djaka tiba sekitar pukul 15.40 hingga 15.47 WIB, mengenakan seragam lengkap Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Saat dicecar pertanyaan wartawan soal agenda pemanggilan tersebut, ia berulang kali hanya menjawab singkat “belum tahu”, termasuk ketika ditanya soal kemungkinan kaitannya dengan pertemuan sebelumnya bersama Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman.
Kedatangan Djaka bersamaan dengan berlangsungnya rapat terbatas di Istana yang membahas penguatan industri tekstil dan produk tekstil, dihadiri sejumlah pejabat tinggi ekonomi seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto serta Menteri Investasi dan Hilirisasi. Meski demikian, alasan pasti keterlibatan Djaka dalam forum tersebut belum dikonfirmasi secara resmi, mengingat kehadirannya berpotensi terkait aspek kepabeanan dan pengawasan arus barang yang relevan dengan sektor industri tekstil.
Usai pertemuan, Djaka akhirnya membuka sedikit informasi kepada awak media. Ia mengungkap bahwa Presiden memberi instruksi langsung agar Bea Cukai memperketat pengawasan di kawasan perbatasan dan wilayah pesisir, guna mencegah masuknya barang ilegal, termasuk narkotika dan barang bekas pakai atau balpres yang selama ini kerap diselundupkan lewat jalur laut.
Pemanggilan langsung oleh Presiden ini bukan hal baru bagi Djaka. Sebelumnya, ia bersama Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto sama-sama dipanggil ke Istana pada 20 Mei 2025, sesaat sebelum keduanya resmi dilantik memimpin dua institusi vital penerimaan negara tersebut. Berbeda dari Bimo yang berlatar belakang birokrat teknokratis, Djaka memiliki jalur kedekatan berbeda dengan Prabowo, mengingat riwayat kariernya sebagai perwira TNI di Komando Pasukan Khusus (Kopassus), termasuk pernah menjadi bagian dari satuan elite Tim Mawar pada era ketika Prabowo turut menjadi figur penting di struktur Kopassus.
Pemanggilan kali ini menambah rentetan sorotan terhadap institusi Bea Cukai belakangan ini, di tengah tekanan publik agar lembaga tersebut memperkuat pengawasan terhadap praktik impor ilegal maupun penyelundupan yang berdampak pada kerugian penerimaan negara, sekaligus menegaskan arah kebijakan pemerintah yang terus mendorong penguatan pengamanan jalur perbatasan dan pesisir Indonesia dari berbagai bentuk kejahatan lintas batas.
#DjakaBudhiUtama #DirjenBeaCukai #IstanaKepresidenan #PrabowoSubianto #PengawasanPerbatasan #PenyelundupanNarkoba #KementerianKeuangan #KopassusIndonesia #IndustriTekstil #BeritaEkonomi






