Purbaya Akui Rotasi Pejabat Jadi Pemicu Dirinya Dicopot

Fokus, Nasional384 Dilihat

JAKARTA — Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara soal alasan di balik pencopotan dirinya dari kursi Menteri Keuangan. Ia mengakui kebijakan perombakan besar-besaran pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan yang ia teken beberapa waktu sebelumnya turut menjadi salah satu faktor penyebab pemecatannya.

Pengakuan ini disampaikan Purbaya usai serah terima jabatan bersama Menteri Keuangan baru, Suahasil Nazara, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 15 September 2026. Saat ditanya wartawan apakah kebijakan rotasi pejabat memang menjadi pemicu pencopotannya, Purbaya membenarkan meski hanya menyebutnya sebagai salah satu dari sejumlah faktor yang berperan.

Purbaya menegaskan bahwa keputusan mengganti kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto, sehingga dirinya hanya bisa menerima dan mengikuti arahan tersebut. Ketika didesak lebih jauh soal kemungkinan kaitan pencopotannya dengan kebijakan-kebijakan yang ia ambil selama menjabat, ia menjawab diplomatis bahwa seluruh kebijakannya senantiasa mengikuti arah kebijakan Presiden, sehingga menurutnya tidak ada persoalan berarti.

Menariknya, Purbaya mengaku sebenarnya telah memperkirakan kemungkinan dirinya akan diganti, dengan peluang yang ia perkirakan sendiri berada di kisaran lima puluh persen. Meski demikian, ia baru benar-benar mengetahui kepastian pencopotannya ketika Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menghubunginya secara langsung.

Purbaya turut membantah tegas bahwa pemecatan dirinya berkaitan dengan polemik rencana setoran dividen Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) senilai Rp120 triliun ke kas negara, yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik karena Danantara dikabarkan keberatan dengan besaran setoran tersebut.

Kebijakan rotasi pejabat yang disebut Purbaya sebagai salah satu pemicu pencopotannya ini sendiri belakangan juga menuai penolakan dari internal Kementerian Keuangan. Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto bersama Direktur Jenderal Bea Cukai Djaka Budhi Utama bahkan meminta agar seluruh kebijakan rotasi tersebut ditinjau ulang, lantaran ditemukan sejumlah nama yang lolos tanpa melalui proses seleksi atau talent management resmi.

Pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan ini menjadi salah satu dinamika politik ekonomi paling disorot dalam beberapa pekan terakhir, mengingat masa jabatan Purbaya yang relatif singkat, hanya sekitar satu tahun sejak dilantik pada September 2025, diwarnai berbagai kontroversi kebijakan maupun gaya komunikasi yang kerap menjadi perbincangan publik.

#PurbayaYudhiSadewa #SuahasilNazara #PencopotanMenkeu #KementerianKeuangan #ReshuffleKabinet #PrabowoSubianto #RotasiPejabat #DanantaraIndonesia #PrasetyoHadi #BeritaEkonomi