Keracunan MBG Meluas ke Sulawesi Selatan Total Nasional Nyaris 2000

Fokus, Hukum, Nasional223 Dilihat

JAKARTA — Gelombang dugaan keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali bertambah setelah kasus baru dilaporkan di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Total korban dari rangkaian kejadian sepanjang 1 hingga 3 September 2026 di berbagai provinsi kini mendekati angka 2.000 orang, mayoritas anak-anak dan pelajar.

Di Tana Toraja, sebanyak 150 hingga 152 siswa dan guru dari SMP Negeri 1 Makale dan SMP Negeri 2 Makale mengalami gejala keracunan pada Kamis, 3 September 2026, usai menyantap menu MBG yang dipasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batupapan sehari sebelumnya. Para korban dirawat di tiga rumah sakit di Kota Makale. Ketua Satgas MBG Tana Toraja, Rudhy Andi Lolo, menegaskan gejala baru muncul sehari setelah konsumsi, sehingga menepis anggapan bahwa menu hari kejadian menjadi penyebabnya. Dalam rapat dengar pendapat di DPRD Tana Toraja, Jumat, 5 September 2026, pihak mitra SPPG mengklaim penyajian sudah sesuai prosedur, meski mengakui sempat menerima informasi soal makanan berbau sebelum dibagikan.

Kasus di Sulawesi Selatan ini menyusul rentetan kejadian serupa yang lebih dulu terjadi di Pulau Jawa dan Sumatra. Di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, jumlah korban dari kalangan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan sejumlah lembaga pendidikan lain mencapai 730 orang per Kamis, 3 September, dengan 706 di antaranya telah diperbolehkan pulang, menurut Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina. Di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, sebanyak 777 murid dan guru SMA Negeri 1 Lasem turut mengalami gejala mual, muntah, dan diare. Sementara di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, jumlah korban yang semula dilaporkan 237 orang berkembang menjadi sekitar 334 orang, memaksa SPPG setempat dihentikan sementara sambil sampel makanan dikirim untuk uji laboratorium.

Data yang dipaparkan dalam rapat Komisi IX DPR RI turut mengungkap bahwa insiden gangguan keamanan pangan program MBG bukan fenomena baru. Sepanjang 23 Juli hingga 2 September 2026 saja, tercatat setidaknya tujuh kejadian lain di Lampung, Sumatra Selatan, Riau, dan Sumatra Utara, dengan korban terbesar mencapai 279 orang di Kabupaten Karo akibat menu ikan sambal botan yang dinyatakan tidak layak konsumsi.

Berulangnya kasus di berbagai provinsi ini memicu desakan dari kalangan legislatif agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional dapur SPPG di seluruh Indonesia, mengingat hingga kini belum ada satu pun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dari rangkaian kasus keracunan yang telah berlangsung berbulan-bulan tersebut. Pemerintah daerah di masing-masing lokasi kejadian memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung hingga pulih sepenuhnya, sementara Badan Gizi Nasional terus melakukan investigasi ke setiap SPPG yang menjadi sumber dugaan keracunan.

#KeracunanMBG #TanaToraja #MakanBergiziGratis #SidoarjoMBG #RembangMBG #AgamMBG #BadanGiziNasional #KomisiIXDPR #KeselamatanPangan #BeritaKesehatan