Gus Kikin Resmi Nakhodai PBNU Lewat Jalur Berliku Lima Kandidat

Fokus, Nasional281 Dilihat

JOMBANG — Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng sekaligus Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2026-2031. Penetapan tersebut dibacakan langsung oleh perwakilan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), KH Anwar Iskandar, pada Senin pagi, 31 Agustus 2026, di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Keputusan ini merupakan hasil musyawarah tertutup antara Rais Aam terpilih KH Miftachul Akhyar bersama sembilan anggota AHWA, yang berlangsung di Ndalem Kasepuhan KH Abdul Wahab Hasbullah sejak pukul 06.20 hingga 07.00 WIB.

Perjalanan menuju kursi Ketua Umum ini sejatinya melewati proses cukup panjang dan berliku. Sebelum musyawarah AHWA digelar, hasil tabulasi penjaringan suara pada dini hari sebelumnya mencatat lima nama dengan perolehan suara terbanyak, yakni Gus Kikin dengan 472 suara, disusul KH Zulfa Musthofa 262 suara, KH Abdussalam Sochib 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf 258 suara, dan KH Nusron Wahid 207 suara.

Namun dari kelima nama tersebut, KH Nusron Wahid dinyatakan gugur karena tersandung syarat pencalonan yang mewajibkan Ketua Umum tidak sedang menjabat posisi politik. Posisinya kemudian digantikan KH M Yusuf Chudlori, yang belakangan juga dinyatakan belum memenuhi syarat lantaran masih menjalani masa jeda atau iddah selama satu tahun terakhir sebagai pengurus partai politik. Alhasil, KH Abdul Ghofar Rozin naik menggantikan posisi sebagai kandidat kelima yang memenuhi seluruh persyaratan.

Setelah proses penyaringan tersebut rampung, KH Anwar Iskandar menegaskan bahwa kelima kandidat yang mengikuti tahapan penjaringan seluruhnya telah mendapat restu dari Rais Aam terpilih, KH Miftachul Akhyar, sebelum akhirnya AHWA menjatuhkan pilihan mufakat kepada Gus Kikin.

Sebagai bagian dari prosesi penetapan, Gus Kikin turut menandatangani fakta integritas Nahdlatul Ulama, sebagai simbol komitmen dan tanggung jawabnya dalam mengemban amanah organisasi selama lima tahun masa khidmat ke depan. KH Anwar Iskandar, yang juga menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia, berharap penandatanganan tersebut menjadi landasan bagi kepemimpinan baru untuk menjalankan roda organisasi dengan sebaik-baiknya.

Tim AHWA turut memberikan rekomendasi khusus kepada Gus Kikin selaku Ketua Umum terpilih agar dijadikan pertimbangan penting dalam menyusun kepengurusan PBNU periode mendatang, yang nantinya akan dirampungkan oleh tim formatur bentukan AHWA.

Dengan resminya penetapan ini, kepemimpinan PBNU periode 2026-2031 kini lengkap terbentuk, dengan Gus Kikin sebagai Ketua Umum Tanfidziyah mendampingi KH Miftachul Akhyar yang kembali dipercaya sebagai Rais Aam untuk periode keduanya secara berturut-turut.

#GusKikin #KetumPBNU #MuktamarNU35 #PesantrenTebuireng #MiftachulAkhyar #AHWA #TambakberasJombang #NahdlatulUlama #KepemimpinanPBNU #BeritaKeagamaan