Istana Minta Publik Fokus ke Substansi Bukan Potongan Pidato

Nasional221 Dilihat

JAKARTA — Polemik seputar pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal upah pengupas bawang senilai Rp700 ribu per kilogram terus bergulir di media sosial, hingga akhirnya mendapat tanggapan resmi dari lingkaran Istana Kepresidenan. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi turun tangan meminta publik tidak terpaku pada satu dua kalimat yang viral, melainkan memahami pidato kenegaraan secara utuh.

Ditemui di sela peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026, Hasan menegaskan gagasan besar dari pidato Presiden semestinya menjadi fokus utama publik, ketimbang cuplikan pendek yang kerap dipelintir di ruang digital. Ia menyinggung bahwa fenomena viralnya potongan kalimat tertentu tak lepas dari cara kerja algoritma media sosial, yang cenderung memperbesar perhatian pada bagian-bagian tertentu tanpa konteks menyeluruh.

Akar polemik ini bermula dari pidato kenegaraan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat, 14 Agustus 2026. Dalam pidato tersebut, Presiden secara khusus mengundang dan menyebut nama sejumlah warga penerima manfaat program prioritas pemerintah untuk memperlihatkan dampak nyata kebijakan di lapangan. Salah satu sosok yang disebut adalah seorang buruh harian asal Kabupaten Bogor bernama Susanah, yang menurut Prabowo bekerja mengupas bawang dengan penghasilan sekitar Rp700 ribu per kilogram, sekaligus menerima manfaat Program Keluarga Harapan dan Program Sembako untuk menopang pendidikan anak-anaknya.

Angka tersebut langsung memicu keraguan luas di kalangan warganet, mengingat jauh berbeda dari kenyataan di lapangan. Penelusuran sejumlah media menemukan bahwa buruh pengupas bawang di berbagai daerah umumnya diupah jauh lebih rendah dan dihitung dengan skema berbeda. Di Solo misalnya, buruh pengupas bawang hanya menerima sekitar Rp10 ribu per karung berisi 20 kilogram, atau sekitar Rp30 ribu per hari. Sementara seorang pedagang di Pasar Pa’baeng-baeng, Makassar, mengaku pernah menerima upah Rp100 ribu untuk mengupas 25 kilogram bawang, setara sekitar Rp4.000 per kilogram, jauh dari angka yang disebut Presiden.

Menyikapi kesenjangan angka ini, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah akan memverifikasi lebih lanjut data upah tersebut serta menelusuri kondisi riil di lapangan. Sementara itu, Hasan Nasbi tetap menekankan bahwa esensi pidato Presiden bukan pada angka spesifik semata, melainkan pada gambaran besar keberhasilan program bantuan sosial pemerintah dalam menyentuh kehidupan masyarakat kelas bawah secara langsung.

Polemik ini menjadi salah satu dinamika menarik pascapidato kenegaraan tahun ini, sekaligus menunjukkan bagaimana detail kecil dalam pidato presiden dapat dengan cepat menjadi sorotan luas di ranah digital, memaksa Istana turun tangan memberikan klarifikasi demi menjaga fokus publik pada pesan utama yang ingin disampaikan.

#IstanaKepresidenan #PrabowoSubianto #HasanNasbi #UpahPengupasBawang #PidatoKenegaraan #SidangTahunanMPR #KlarifikasiIstana #SusanahBogor #BeritaViral #BeritaNasional