Kisah Susanah Ibu Penjahit yang Disebut Presiden di Sidang MPR

Ekonomi, Fokus, Nasional258 Dilihat

BOGOR — Nama Susanah, seorang ibu rumah tangga asal Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendadak menjadi perbincangan publik setelah disebut langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat, 14 Agustus 2026. Presiden memperkenalkan sosoknya sebagai salah satu contoh nyata masyarakat penerima manfaat program bantuan sosial pemerintah.

Di balik penyebutan namanya dalam forum kenegaraan tersebut, Susanah menjalani rutinitas keseharian yang jauh dari sorotan kamera. Berdasarkan penelusuran melalui laman resmi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), perempuan ini berprofesi sebagai penjahit kain majun atau kain lap bekas, dengan upah sekitar Rp700 untuk setiap kilogram kain yang berhasil diselesaikannya. Dalam kondisi normal, Susanah mampu menyelesaikan sekitar 20 kilogram kain per hari, sehingga penghasilannya berkisar Rp14 ribu. Namun pada hari libur, volume pekerjaan bersama ibu-ibu lain di lingkungannya bisa melonjak hingga 50 kilogram.

Tidak berhenti di situ, aktivitas Susanah berlanjut pada siang hari. Sekitar pukul satu siang, ia bergegas menuju dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di sana ia bertugas mencuci ompreng atau wadah makan, sebagai sumber penghasilan tambahan bagi keluarganya. Suaminya, Didim, bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu, bahkan pernah menganggur selama dua hingga tiga pekan akibat minimnya proyek.

Meski kondisi ekonomi keluarga pas-pasan, Susanah dan suaminya tetap berkomitmen mengutamakan pendidikan bagi ketiga anaknya, demi mencegah pengalaman putus sekolah terulang. Ia mengaku rela berutang demi memastikan anak-anaknya tetap bersekolah, dengan harapan ijazah dapat membuka peluang kerja yang lebih baik bagi generasi berikutnya.

Keluarga Susanah selama ini tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan pernah mendapat Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Ia menyebut bantuan tersebut cukup membantu menopang kebutuhan ekonomi rumah tangga, sementara program MBG membuka peluang kerja tambahan baginya. Ketiga anaknya juga tercatat sebagai penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP).

Di tengah kesibukan menjalani dua pekerjaan sekaligus dalam sehari, Susanah tetap menyimpan cita-cita sederhana untuk memiliki usaha sendiri, yakni beternak ayam, agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada milik orang lain, termasuk alat-alat kerja yang selama ini ia pakai.

Kisah Susanah menjadi salah satu ilustrasi konkret yang diangkat Presiden Prabowo dalam pidatonya, menggambarkan bagaimana program-program bantuan sosial pemerintah dirasakan langsung oleh masyarakat kelas bawah dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi pengingat akan besarnya perjuangan keluarga prasejahtera dalam mempertahankan kelangsungan hidup dan pendidikan anak-anaknya.

#Susanah #PrabowoSubianto #SidangTahunanMPR #ProgramKeluargaHarapan #MakanBergiziGratis #ProgramIndonesiaPintar #KisahInspiratif #BogorJawaBarat #BeritaSosial #BansosIndonesia