Pesawat Wisata Tewaskan 13 Orang di Langit Garis Nazca Peru

Internasional179 Dilihat

Jakarta – Tragedi penerbangan kembali terjadi di kawasan wisata terkenal Peru. Sebuah pesawat kecil yang membawa rombongan wisatawan asing jatuh saat melintasi kawasan situs arkeologi Garis Nazca pada Sabtu (1/8/2026) waktu setempat. Seluruh 13 penumpang yang berada di dalam pesawat, terdiri atas 11 wisatawan dan dua awak kokpit, dipastikan tewas dalam insiden tersebut.

Pesawat nahas jenis Cessna Caravan C-208 itu dioperasikan oleh maskapai lokal Aerodiana dan lepas landas dari Bandara Pisco sekitar pukul 12.10 waktu setempat untuk melakukan penerbangan wisata mengelilingi kawasan geoglyph yang telah diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia. Sekitar pukul 13.00, kru pesawat melaporkan kondisi darurat kepada menara kontrol Bandara Nazca. Tidak lama berselang, seluruh kontak radio dengan pesawat terputus total.

Pihak berwenang menyebutkan lokasi jatuhnya pesawat berada di kawasan Pueblo Viejo, berjarak sekitar 12 kilometer dari situs Garis Nazca. Pesawat dilaporkan hancur akibat kebakaran hebat yang terjadi setelah benturan, sehingga upaya penyelamatan penumpang tidak lagi memungkinkan dilakukan oleh tim tanggap darurat yang tiba di lokasi.

Mayor Kepolisian Jorge Andrade yang turun langsung ke lokasi kejadian mengungkapkan kepada awak media bahwa pihaknya telah menerima informasi resmi mengenai gugurnya seluruh sebelas penumpang beserta dua anggota kru pesawat. Kementerian Perhubungan dan Komunikasi Peru turut mengonfirmasi identitas para korban, yang terdiri dari tujuh warga negara Italia berusia antara 18 hingga 54 tahun, dua warga negara Spanyol berusia 52 tahun, serta dua warga negara Jerman berusia 77 dan 78 tahun. Dua korban lainnya merupakan pilot bernama Americo Salazar dan kopilot Irenka Guanilo del Carpio.

Pihak Aerodiana selaku operator penerbangan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta menegaskan komitmennya untuk bekerja sama penuh dengan otoritas terkait dalam proses investigasi. Maskapai yang telah beroperasi selama 18 tahun tersebut menyatakan insiden ini sangat memengaruhi mereka dan menegaskan kembali komitmen keselamatan penumpang yang selama ini dijunjung tinggi.

Komisi Investigasi Kecelakaan Pesawat Peru (CIAA) kini telah membuka penyelidikan resmi guna mengungkap penyebab pasti jatuhnya pesawat. Sebagai informasi tambahan, penerbangan wisata dari Bandara Maria Reiche yang berada di dekat lokasi sempat dihentikan sementara pada Jumat sehari sebelum kecelakaan terjadi, akibat kecepatan angin yang melampaui 40 kilometer per jam sehingga memaksa sejumlah pesawat lain dialihkan ke Bandara Marcona.

Garis Nazca sendiri merupakan rangkaian gambar geoglif raksasa berbentuk hewan dan pola geometris yang terukir di padang pasir selatan Peru sejak sekitar dua ribu tahun silam. Situs yang menarik lebih dari 100 ribu wisatawan setiap tahun ini umumnya hanya dapat diamati secara utuh dari udara menggunakan pesawat kecil. Tragedi kali ini bukan yang pertama menimpa penerbangan wisata di kawasan tersebut, mengingat kecelakaan serupa juga pernah terjadi pada tahun 2022 yang menewaskan tujuh orang.

#PeruPlaneCrash #GarisNazca #KecelakaanPesawat #CessnaCaravan #BeritaDunia #Aerodiana