Subsidi Transjabodetabek Rp401 Miliar Jebol: DPRD Setuju Tarif Naik ke Rp4.500 JakLingko Tak Lagi Gratis

Ekonomi, Nasional251 Dilihat

Jakarta – Warga Jabodetabek yang terbiasa menikmati tiket bus seharga Rp3.500 harus bersiap merogoh kocek lebih dalam. Usulan kenaikan tarif Transjakarta dan Transjabodetabek kini mendapat dukungan dari kalangan legislatif Jakarta, meski tetap disertai catatan agar tidak terlalu membebani masyarakat.

PKS DKI: Setuju Naik tapi Harus Terukur

Ketua Fraksi PKS sekaligus Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Taufik Zoelkifli menyatakan pihaknya pada prinsipnya mendukung rencana kenaikan tarif Transjakarta termasuk layanan Transjabodetabek. “Kami sebenarnya setuju untuk menaikkan tarif karena memang tidak bisa terus menerus Transjakarta ini disubsidi demikian besar oleh Pemda DKI Jakarta. Jadi secara finansial kita juga kesulitan,” kata Taufik, Sabtu (12/6/2026).

Taufik mengusulkan tarif baru mempertimbangkan kemampuan bayar dan kemauan bayar masyarakat, dengan besaran kenaikan dari Rp3.500 menjadi sekitar Rp4.000 hingga Rp4.500 per perjalanan. “Artinya kita tetap naik, tapi kemudian di angka yang tidak memberatkan rakyat dan juga tidak memberatkan Pemerintah DKI Jakarta,” ujarnya.

JakLingko Tidak Lagi Gratis

Usulan yang tak kalah mengejutkan datang soal layanan JakLingko. Taufik mengusulkan agar layanan JakLingko yang selama ini gratis mulai dikenakan tarif ringan. “JakLingko kan sekarang nol rupiah, mungkin itu kita jadikan bertarif, mungkin Rp500 atau Rp1.000 tergantung nanti kajiannya bagaimana,” katanya.

Biang Keladi: Subsidi Membengkak Rp401 Miliar

Dorongan kenaikan tarif ini bukan tanpa alasan. Data Dinas Perhubungan DKI Jakarta menunjukkan subsidi yang dikucurkan khusus untuk layanan Transjabodetabek pada 2026 mencapai Rp401 miliar. Artinya setiap kali penumpang membayar Rp3.500, Pemprov DKI harus menambal kekurangan sekitar Rp12.258 dari kas daerah untuk setiap penumpang.

Dalam jangka panjang, biaya operasional Transjakarta secara keseluruhan tumbuh 12,46 persen per tahun antara 2021 hingga 2025, sementara pendapatan hanya tumbuh 10,22 persen pada periode yang sama. Selisih yang terus melebar itu harus ditutup dari APBD Jakarta setiap tahunnya.

Skema Baru: Tarif Integrasi dan 15 Golongan Tetap Gratis

Pemprov DKI menyiapkan skema tarif integrasi maksimal Rp10.000 untuk perjalanan tiga jam melalui aplikasi JakLingko, disertai peningkatan kualitas layanan termasuk jadwal yang lebih akurat dan perbaikan akses first mile dan last mile.

Gubernur DKI Pramono menegaskan 15 golongan masyarakat tertentu tetap mendapat layanan gratis. “Apalagi, 15 golongan kita gratiskan. Sehingga dengan demikian, di Jakarta ini, hal yang berkaitan dengan transportasi umum sudah sangat baik,” kata Pramono. Keputusan tarif final akan diumumkan setelah evaluasi tiga bulan operasional rute-rute terbaru.

#TransjabodetabekNaik #TarifBusNaik #JakLingkoBerbayar #DPRD DKIJakarta #PKSDki #TaufiqZoelkifli #TransjakartaNaik #SubsidiTransportasi #PramonoAnung #JakartaTransportasi #APBDJakarta #TarifRp4500 #TransportasiPublik #MobilitasJabodetabek #TarifIntegrasi