Perang 108 Hari Hampir Usai: Draf Damai AS Iran Tinggal Tunggu Finalisasi

Teheran – Dunia menahan napas di penghujung pekan ini. Setelah 108 hari peperangan, puluhan ribu korban, dan Selat Hormuz yang dua kali ditutup paksa, Iran dan Amerika Serikat kini berada di ambang sebuah momen yang belum pernah terjadi dalam 47 tahun terakhir: penandatanganan perjanjian damai resmi.

“Belum Pernah Sedekat Ini”

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam unggahan di media sosial X pada Jumat (12/6/2026) menyatakan peluang tercapainya kesepakatan damai belum pernah sebesar saat ini.

Juru Bicara Kemlu Iran Esmaeil Baghaei menegaskan Teheran telah mencapai kesepahaman atas sebagian besar isu yang dibahas dengan Washington dan kini berada dalam tahap peninjauan internal akhir. “Saat ini, kesepahaman telah tercapai pada sebagian besar isu, dan kami berada di tahap akhir peninjauan internal,” kata Baghaei.

Isi Draf: Aset Dicairkan Sanksi Dilonggarkan Hormuz Dibuka

Reuters melaporkan berdasarkan sumber yang memperoleh rancangan draf tersebut, isi kesepakatan damai AS dan Iran mencakup pembukaan akses terhadap miliaran dolar aset Iran yang selama ini dibekukan, pelonggaran sanksi ekspor minyak, serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Araghchi menyebut dokumen yang dijuluki Memorandum Kesepahaman Islamabad itu akan menandai berakhirnya perang secara resmi di semua front termasuk Lebanon. Perjanjian mencakup komitmen untuk tidak memulai perang, mengancam penggunaan kekerasan, atau mencampuri urusan internal masing-masing negara. “Untuk pertama kalinya dalam 47 tahun, Amerika Serikat secara eksplisit menyatakan bahwa mereka menghormati kedaulatan Republik Islam Iran,” kata Araghchi.

Dua Tahap Finalisasi: Gencatan Senjata Dulu Nuklir Belakangan

Araghchi menjelaskan perjanjian ini dirancang dalam dua tahap. Pertama penghentian seluruh pertempuran termasuk serangan Israel di Lebanon. Sedangkan isu program nuklir Iran, pencabutan sanksi lebih lanjut, dan pencairan aset akan dibahas pada tahap kedua. Selat Hormuz, ditegaskan Araghchi, akan tetap berada di bawah kendali Iran dan Oman.

Trump Optimistis tapi Iran Kritik Inkonsistensi Washington

Presiden Trump menyatakan poin-poin akhir perjanjian damai telah disetujui oleh semua pihak termasuk Israel dan mengungkapkan optimisme kesepakatan dapat dirampungkan dalam beberapa hari ke depan.

Namun Iran tetap berhati-hati. “Secara substansi, teks perjanjian tersebut hampir selesai disusun pada bagian-bagian utamanya. Masalahnya adalah sikap Amerika Serikat yang kontradiktif selalu menimbulkan gejolak dan gangguan dalam proses ini,” kata Baghaei.

Iran kini menunggu persetujuan dari Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei sebelum dokumen tersebut bisa ditandatangani secara resmi. Jika kesepakatan ini terwujud, ia akan menjadi salah satu terobosan diplomatik terbesar abad ini mengakhiri konflik terpanjang AS-Iran yang telah menelan ribuan nyawa dan mengguncang harga minyak dunia.

#PerdamaianIranAS #DrafDamaiIran #MemorandumIslamabad #AraghchiIran #SelasHormuzBuka #NuklirIran #SanksiIranDicabut #TrumpIranDeal #PerdamaianTimurTengah #47TahunBerseteru #GeopolitikGlobal #PerangIranAS #MojtabaKhamenei #FinalDraftPeace #IranWar2026