AS Bom Iran Teheran Tutup Total Selat Hormuz Harga Minyak Dunia Terancam Meledak

Hukum, Internasional379 Dilihat

Teheran – Kawasan Timur Tengah memasuki fase paling berbahaya sejak perang pecah 100 hari lalu. Rabu malam (10/6/2026), Angkatan Bersenjata Amerika Serikat meluncurkan gelombang serangan baru ke berbagai wilayah Iran atas perintah langsung Presiden Donald Trump. Teheran membalas dengan langkah yang paling ditakuti dunia: menutup total Selat Hormuz jalur yang dilalui 20 persen pasokan minyak bumi global.

Trump: Mereka Mengulur Waktu Terlalu Lama

Militer AS menyatakan serangan yang dilancarkan Rabu malam itu merupakan “respons terhadap agresi Iran yang tidak beralasan dan berkelanjutan.”

Trump mengeluh kepada wartawan bahwa Iran membutuhkan “terlalu lama untuk merundingkan kesepakatan,” memperingatkan Teheran akan “membayarnya,” dan menegaskan yang harus dilakukan Iran hanyalah “mulai menandatangani sebuah dokumen.”

Eskalasi besar ini terjadi hanya sehari setelah AS dan Iran terlibat aksi saling serang yang dipicu insiden jatuhnya helikopter Apache militer AS di Selat Hormuz sebelumnya.

Ledakan Mengguncang Qeshm Bandar Abbas dan Sirik

Media pemerintah Iran melaporkan serangkaian ledakan dahsyat mengguncang Pulau Qeshm serta kota-kota pelabuhan penting di sepanjang Selat Hormuz yakni Bandar Abbas dan Sirik. Ledakan juga menghantam kota Kargan di bagian selatan yang menyebabkan sedikitnya dua orang terluka.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan “fasilitas-fasilitas penting” sedang diserang namun menghindari pertanyaan apakah menyerang infrastruktur sipil dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

IRGC: Hormuz Ditutup Tanker Minyak Dihantam

Komando militer gabungan tertinggi Iran menyatakan mereka menutup Selat Hormuz untuk “lalu lintas kapal apa pun” dan memperingatkan setiap kapal yang mencoba melintas akan menjadi sasaran serangan. Perintah penutupan ini mencakup kapal tanker minyak dan kapal komersial.

IRGC menambahkan dua kapal tanker minyak yang mencoba melintas secara ilegal di selat tersebut telah berhasil dihantam. Mereka juga melancarkan serangan balasan ke Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain serta Pangkalan Udara Ali Al Salem dan Ahmad Al-Jaber di Kuwait.

Diplomasi Katar Terjepit di Teheran

Ironisnya, saat bom berjatuhan, delegasi Qatar sedang berada di Teheran untuk “menjembatani kesenjangan yang tersisa” dalam perundingan damai dan masih berada di negeri itu ketika eskalasi terjadi.

Iran dikabarkan telah mengirimkan proposal negosiasi terbaru melalui Pakistan. Namun penutupan Selat Hormuz kini menempatkan meja perundingan di ambang kehancuran. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf sebelumnya sudah menegaskan: pembukaan kembali selat tidak mungkin dilakukan selama blokade angkatan laut AS masih berlangsung.

Dengan lebih dari 100 kapal biasanya melintas setiap hari dalam kondisi normal dan kini hanya segelintir yang berani masuk, dunia kini menahan napas menunggu apakah guncangan minyak terbesar dalam sejarah modern akan segera datang menghantam.

#ASBomIran #SelasHormuzTutup #TrumpIran #IRGC #SelasHormuz #MinyakDunia #KonflikIranAS #PerangTimurTengah #BandarAbbasBom #QeshemLedakan #HargaMinyakMeledak #GencatanSenjataJebol #EskalasiMiliter #GeopolitikGlobal #IranWar2026