Purbaya Tertawa Jawab Rumor Mundur Saat Rupiah Jebol Rp 18.000 dan IHSG Terjun Bebas

Ekonomi, Nasional343 Dilihat

Jakarta – Di hari yang sama ketika rupiah untuk pertama kalinya dalam sejarah modern menembus level Rp 18.000 per dolar AS dan IHSG anjlok lebih dari 100 poin, sebuah kabar mengejutkan bergerak cepat di antara para jurnalis ekonomi: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa disebut-sebut akan mundur atau dicopot dari jabatannya.

Isu pencopotan muncul saat rupiah mengalami tekanan hebat di pasar spot di tengah rapat tertutup Presiden Prabowo yang digelar Kamis siang (4/6/2026).

Namun jawaban Purbaya tidak butuh waktu lama.

“Ha ha ha enggak bener lah,” kata Purbaya melalui pesan singkat WhatsApp saat dikonfirmasi wartawan soal isu pengunduran dirinya dari posisi Menteri Keuangan.

Istana Langsung Turun Tangan: Tidak Ada Reshuffle

Bantahan tidak hanya datang dari Purbaya sendiri. Istana Kepresidenan pun bergerak cepat memadamkan spekulasi yang dinilai bisa memperburuk psikologi pasar.

Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Purbaya tidak mundur dari jabatannya. Ia juga membantah akan ada reshuffle atau perombakan kabinet dalam waktu dekat. “Enggak ada, enggak ada. Jadi enggak ada rencana itu belum ada rencana itu,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6/2026) malam.

Prasetyo menegaskan kondisi saat ini justru menuntut penguatan koordinasi antarlembaga ekonomi pemerintah bukan pergantian menteri. “Justru yang sekarang kita perlukan adalah koordinasi yang erat antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan tentu di bawah koordinasi Kemenko Ekonomi,” kata Prasetyo.

Ketua Komisi XI DPR RI M. Misbakhun mengaku belum mendengar kabar tersebut dan menyebut informasi itu masih sebatas rumor belaka. “Saya belum mendengar dan sepertinya hanya rumor,” kata Misbakhun sambil tersenyum saat dikonfirmasi di Kompleks Parlemen, Senayan. Ketika ditanya apakah jajaran petinggi Bank Indonesia juga akan dicopot, Misbakhun menjawab: “Saya mendengarnya juga rumor, jadi saya jangan diminta mengkonfirmasi rumor.”

Nama Pengganti Sudah Beredar: Chatib Basri hingga Budi Gunadi

Meski isu itu dibantah dari berbagai penjuru, rumor di pasar sudah terlanjur bergulir liar. Rumor reshuffle memicu spekulasi nama Chatib Basri hingga Budi Gunadi Sadikin digadang-gadang sebagai pengganti Purbaya di tengah anjloknya nilai tukar rupiah.

Munculnya nama-nama besar itu mencerminkan betapa seriusnya tekanan yang dirasakan pelaku pasar terhadap manajemen keuangan negara meski pada akhirnya tidak ada satu pun langkah nyata yang diambil pemerintah untuk mengganti Purbaya.

Pasar Keuangan Compang-camping: IHSG Sehari Jeblok 101 Poin

Konteks di balik viralnya rumor ini memang tidak bisa diabaikan. IHSG ditutup anjlok 101,28 poin atau 1,70 persen ke level 5.839,785 pada Kamis (4/6/2026). Perdagangan dibuka di 5.919,56 lalu sempat menyentuh puncak 5.924,50. Tekanan jual langsung datang dan IHSG bahkan sempat menyentuh titik terendah 5.644,23 sebelum menutup sesi di zona merah.

Tekanan juga melanda bursa regional Asia. Nikkei Jepang turun 1,36% ke 67.470,69, Hang Seng Hong Kong ambruk 1,48% ke 25.253,40, Shanghai China minus 0,64%, dan Straits Times Singapura melemah 1,07%.

Di tengah tekanan itu, Purbaya tetap memancarkan keyakinan. “Saya yakin IHSG akan naik lagi karena fondasi ekonomi bagus,” ujar Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Curhat Menkeu: Turun 10 Kg Sejak Dilantik

Di balik bantahan tegas itu, ada sisi manusiawi Purbaya yang sebelumnya sempat terungkap dan kini menjadi konteks menarik.

Purbaya sempat berkelakar bahwa menjadi Menteri Keuangan jauh lebih berat ketimbang sebelumnya menjadi Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sejak dilantik menjadi Bendahara Negara pada 8 September 2025 ia mengaku berat badannya sudah turun 10 kilogram.

“Enak sih Ketua LPS, gaji gede, kerja agak santai. Kalau Menkeu gaji turun sedikit, kerja lebih berat. Delapan bulan jadi menteri, berat badan turun 10 kg,” tutur Purbaya dalam acara Jogja Financial Festival 2026 pada 22 Mei 2026.

Tantangan Sesungguhnya Tetap Ada

Di balik bantahan isu reshuffle, tantangan sebenarnya tetap sama: bagaimana menjaga rupiah, mengendalikan inflasi, dan memastikan daya tahan ekonomi nasional tetap bertahan di tengah badai ketidakpastian dunia. Purbaya sebelumnya menyatakan bahwa pelemahan rupiah hingga level Rp 18.000 masih berada dalam skenario simulasi pemerintah dan belum mengganggu kemampuan negara membayar utang.

Tawa Purbaya mungkin mengakhiri isu mundur itu untuk sementara. Tapi pasar dan seluruh rakyat Indonesia yang merasakan harga barang impor makin mahal masih menunggu jawaban yang lebih dari sekadar pesan WhatsApp.

#PurbayaYudhiSadewa #MenkeuPurbaya #RumorReshuffle #RupiahRp18000 #IHSJeblok #KabinetMerahPutih #EkonomiIndonesia #MenteriKeuangan #ReshuffleKabinet #StabilitasEkonomi #PrasetiyoHadi #ChatibBasri #BudiGunadiSadikin #IHSG #DolarRupiah