Nanik S. Deyang Kepala BGN Baru: Mantan Dirut MNC Group yang Kini Emban Amanah Gizi 280 Juta Rakyat

Nasional, Politik442 Dilihat

Jakarta – Selasa malam, 2 Juni 2026. Di Ruang Sidang Kabinet Istana Merdeka, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi berdiri di podium dengan pengumuman yang langsung menggetarkan dunia birokrasi nasional.

“Bapak Presiden memutuskan mengangkat Saudari Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN,” ujar Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta.

Penunjukan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BGN selama sekitar 1,5 tahun. Sebuah evaluasi yang berujung pada pencopotan Dadan Hindayana dan dua wakilnya Sony Sonjaya serta Lodewyk Pusung yang sehari kemudian langsung ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung atas dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penunjukan Nanik bukanlah keputusan yang datang tiba-tiba. Sebelum didapuk sebagai pimpinan tertinggi, ia telah lebih dulu menjadi bagian dari institusi itu sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi sejak 17 September 2025. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam memahami berbagai program dan tantangan yang dihadapi lembaga yang bertanggung jawab terhadap kebijakan gizi nasional.

Dalam menjalankan tugas barunya, Nanik akan didampingi dua wakil kepala yang juga baru dilantik, yakni Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono.

Perjalanan Panjang: Dari Jurnalis Muda hingga Pejabat Negara

Siapa sebenarnya Nanik Sudaryati Deyang?

Nanik lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Ia mengawali karir akademis dengan meraih gelar sarjana dari Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, sebelum kemudian melanjutkan studi S2 dan menggondol gelar Magister Ilmu Kehutanan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Perjalanan profesionalnya dimulai sebagai wartawan Persda-Kompas pada tahun 1989. Dari sana, karier Nanik di dunia media terus menanjak hingga menembus jajaran manajemen puncak.

Berdasarkan Data Pers 2014, Nanik pernah menjabat sebagai pemimpin umum majalah Femme, direktur utama tabloid Info Kecantikan, serta komisaris di sejumlah media seperti Info Kuliner, Peluang Usaha, dan The Politic. Namanya kemudian semakin dikenal setelah menjabat sebagai Direktur Utama MNC Group, salah satu konglomerasi media terbesar di Indonesia.

Pintu Masuk ke Politik: Timses Prabowo 2019

Nama Nanik mulai mendapat perhatian lebih luas di dunia politik saat bergabung dalam tim pemenangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019, menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur untuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Loyalitas itu berbuah kepercayaan. Setelah Prabowo memenangkan Pilpres 2024, Nanik masuk jajaran pemerintahan melalui Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024 sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024–2029.

Pada Juni 2025, ia juga sempat ditunjuk sebagai komisaris independen PT Pertamina (Persero). Namun jabatan itu tak lama diemban pada 17 September 2025, ia dialihkan menjadi Wakil Kepala BGN, hingga akhirnya per 2 Juni 2026 resmi memegang tongkat komando tertinggi di lembaga tersebut.

Catatan Kontroversial: Saksi Kasus Ratna Sarumpaet

Rekam jejak Nanik tidak sepenuhnya mulus. Di luar kiprahnya sebagai jurnalis dan pejabat publik, namanya pernah menjadi sorotan saat kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet mencuat pada 2018. Dalam proses penyelidikan kasus tersebut, ia sempat dimintai keterangan sebagai saksi oleh penyidik Polda Metro Jaya. Namanya saat itu disebut-sebut dalam lingkaran yang mengetahui atau menyebarkan informasi keliru seputar kasus yang mengguncang panggung politik nasional itu.

Warisan Berat: Dapur Macet, Anggaran Dipangkas, Korupsi Mengintai

Kursi yang kini diduduki Nanik bukan kursi nyaman. BGN mewarisi sederet masalah akut.

Tantangan besar yang menantinya di BGN adalah menjaga keberlanjutan program sekaligus memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas di seluruh Indonesia. Sejumlah persoalan mendesak sudah antre: lebih dari 1.000 dapur MBG masih distop sementara, pasokan susu untuk program MBG diakui masih sulit didapat, dan anggaran program telah dipangkas dari Rp 335 triliun menjadi Rp 268 triliun.

Di atas semua itu, bayang-bayang skandal korupsi pendahulunya: mark up motor listrik, tablet, sepatu, dan televisi senilai ratusan miliar rupiah masih membayangi reputasi lembaga yang seharusnya menjadi wajah terbaik program unggulan Presiden Prabowo.

Kini giliran Nanik membuktikan bahwa seorang jurnalis yang terbiasa mengungkap fakta, bisa juga dipercaya menjaga agar fakta di lapangan sesuai dengan janji di atas kertas.

#NanikSDeyang #KepalaBGN #BGN #MakanBergizGratis #MBG #DadanHindayana #PrabowoCabinet #ReformasiBGN #ProgramPrioritas #KabinetMerahPutih #BirokrasiIndonesia #AntiKorupsi #GiziNasional #Jurnalis #PrasetiyoHadi